• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, July 15, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

28 Orang Tewas, PM Australia Sesali Responnya Atasi Kebakaran Hutan

by Redaksi Asiatoday
January 13, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
28 Orang Tewas, PM Australia Sesali Responnya Atasi Kebakaran Hutan

ASIATODAY.ID, CANBERRA – Perdana Menteri Australia Scott Morrison kian prihatin dengan bencana kebakaran hutan yang melanda negaranya.

Ia bahkan menyesali respons dirinya terhadap krisis kebakaran hutan di Australia yang masih jauh dari kata cukup. Ia pun menjanjikan adanya penyelidikan mendalam mengenai respons Pemerintah Australia dalam mengatasi krisis kebakaran hutan.

Seorang petugas pemadam menjadi korban tewas terbaru kebakaran hutan di Australia pada Sabtu 11 Januari. Kematian tersebut menjadikan total korban tewas mencapai 28 orang.

RelatedPosts

Indonesia Enters Aircraft Carrier Era

Japan Ramps Up Ukraine’s Industrial Recovery with UNIDO Technology Partnership

Indonesia Wins Partial WTO Battle Against EU Fatty Acid Tariffs, Defends Export Access

PM Morrison mengaku akan mengajukan pembentukan sebuah tim investigasi khusus bernama Royal Commisson untuk mengetahui seluk beluk penanganan kebakaran hutan di Australia.

“Sudah jelas perlu adanya kajian nasional mengenai respons (penanganan kebakaran hutan),” kata Morrison dalam wawancara bersama media ABC.

Saat ditanya mengenai Royal Commission, PM Morrison berjanji akan mengusulkan proposalnya melalui kabinet. Namun sebelum itu, pembentukan komisi tersebut harus terlebih dahulu melewati proses konsultasi dengan sejumlah negara bagian dan wilayah di Australia.

Kantor PM Morrison membantah gelombang kritik yang menyatakan dirinya kurang berbuat banyak dalam menangani kebakaran hutan. Namun PM Morrison mengakui bahwa saat kebakaran hutan dimulai sejak September tahun lalu, pemerintah seharusnya melakukan respons yang berbeda.

“Ada beberapa hal yang seharusnya bisa saya lakukan lebih baik lagi,” ujarnya menyitat Sunday Telegraph, Minggu (12/01/2020).

Menghadapi tekanan untuk berbuat lebih banyak dalam menghadapi perubahan iklim, PM Morrison berjanji akan meningkatkan performa pemerintah dalam memangkas emisi karbon. Selama ini, sejumlah pihak menyebut perubahan iklim sebagai salah satu faktor pemicu krisis kebakaran hutan di Australia.

Kondisi cuaca yang relatif lebih dingin telah meringankan beban para petugas pemadam kebakaran di Australia sepanjang akhir pekan ini. Namun otoritas sejumlah negara bagian di Australia meyakini krisis ini masih belum akan berakhir dalam waktu dekat. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: AustraliaAustralia BurnClimate CrisisClimate EmergencyKebakaran Hutan AustraliaKebakaran Hutan dan Lahan
No Result
View All Result

Terbaru

  • ITB-Vietnam CT Group Forge ASEAN Tech Alliance
  • Indonesia Enters Aircraft Carrier Era
  • Japan Ramps Up Ukraine’s Industrial Recovery with UNIDO Technology Partnership
  • Indonesia’s Mineral Transformation: Moving Up the Global Value Chain
  • Indonesia Wins Partial WTO Battle Against EU Fatty Acid Tariffs, Defends Export Access
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.