• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home CULTURE

Sendratari Indonesia Mencuri Perhatian di Konferensi Ramayana Dunia

by Redaksi Asiatoday
November 13, 2020
in CULTURE
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Sendratari Indonesia Mencuri Perhatian di Konferensi Ramayana Dunia

Pertunjukan sendratari Ramayana Indonesia di International Ramayana Institute of North America (IRINA) 4th International Ramayana Conference (IRC). Foto: KBRI Chicago

ASIATODAY.ID, CHICAGO – Pertunjukan sendratari Ramayana Indonesia mencuri perhatian di International Ramayana Institute of North America (IRINA) 4th International Ramayana Conference (IRC) yang digelar (7/11/2020).

Tim penari Indonesia itu melibatkan staf dan perwakilan Dharma Wanita Persatuan (DWP) KJRI Chicago.

Konferensi 4th IRC merupakan forum dialog tahunan yang menghadirkan para pemangku budaya dari tiga negara, yaitu Indonesia, India dan Thailand, terdiri atas para pengamat, ilmuwan, artis, dan pelaku budaya terkait lainnya.

RelatedPosts

Lunar New Year Meets Betawi Roots: Cultural Fusion Lights Up Jakarta’s Heart

New Agreement Boosts Saudi-China Academic and Cultural Dialogue

Indonesia’s Minister of Culture Condemns Nickel Mining in Raja Ampat

Untuk pertama kalinya kegiatan IRC kali ini dilakukan dengan metode daring dikarenakan masih merebaknya pandemi COVID-19 dan diikuti oleh lebih dari 500 peserta dari berbagai negara..

Presiden Komite Eksekutif IRINA, Martino Tangkar, yang juga merupakan tokoh diaspora Indonesia di AS, mengatakan bahwa penyelenggaraan IRC kali ini bersamaan dengan peringatan 20 tahun kerja sama promosi budaya antara masyarakat Indonesia, India dan Thailand di AS, yang melalui IRINA secara berkesinambungan mengusung cerita Ramayana sebagai tema sentral karena pengaruhnya yang kuat dalam warisan budaya dan masyarakat di ketiga negara.

“Kebersamaan yang telah terjalin selama ini semakin memperkuat hubungan antar-masyarakat ketiga negara, tidak terbatas dalam bidang budaya, namun juga telah menyentuh aspek hubungan di bidang-bidang yang lebih luas,” ujar Martino dikutip melalui keterangan tertulisnya, Jumat (13/11/2020).

Konsul Jenderal RI di Chicago, Meri Binsar Simorangkir menyampaikan penghargaan atas semangat IRINA untuk terus mendorong terjalinnya dialog diantara komunitas pelaku budaya, pengkaji dan pemerhati cerita Ramayana, tidak saja di AS namun juga di belahan dunia lainnya.

“Cerita Ramayana tidak hanya berperan penting sebagai bagian dari warisan budaya yang tersebar di seantero dunia, namun juga mampu mengusung nilai-nilai luhur ke dalam kehidupan masyarakat modern,” lanjut Konjen Meri.

Konjen Meri juga mengajak para peserta konferensi untuk berkunjung ke Indonesia setelah pandemi berlalu, khususnya ke Candi Prambanan di Jawa Tengah, untuk menyaksikan secara langsung sendratari Ramayana yang sejak tahun 1961 ditampilkan di teater udara terbuka pelataran candi.

Konsul Jenderal Kerajaan Thailand, Pusan Sobhon, dan Konsul Jenderal India, Amit Kumar, menyatakan apresiasi mereka terhadap konsistensi IRINA dalam mempromosikan nilai-nilai Ramayana ke masyarakat di Amerika, sekaligus menyampaikan harapan dialog berbasis budaya yang telah terjalin baik diantara Indonesia, India, dan Thailand dapat semakin berkembang ke ranah yang lebih luas lagi.

Selain penampilan “The Abduction of Sinta” dari tim KJRI Chicago, para peserta konferensi juga berkesempatan menyaksikan penampilan tarian Ramayana dalam berbagai versi dan adegan, antara lain oleh tim tari Indian Dance School-Choreography dengan judul “Rama’s Birth until Rama and Sita’s Wedding,” dan oleh Thai Cultural and Fine Arts Institute of Chicago dengan tarian berjudul “Floating Sita”.

Konferensi ditutup wakil Presiden IRINA, Paveena Gordon, yang menyampaikan apresiasi atas pemaparan dan penampilan yang memukau dari tim tari Indonesia, India dan Thailand.

Pihaknya berharap kegiatan konferensi IRINA selanjutnya pada tahun 2022 dapat dihadiri lebih banyak lagi panelis, peserta dan penampilan tim budaya.

Selain melalui kanal Zoom, acara juga ditayangkan melalui secara Live di akun Facebook IRINA, guna dapat disaksikan masyarakat yang tidak berkesempatan mengikuti secara langsung jalannya acara. (AT Network)

Tags: Budaya Asia TenggaraBudaya Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.