• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Pemanasan Global Capai 3 Derajat, Bumi dalam Ancaman Malapetaka

by Redaksi Asiatoday
December 10, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Pemanasan Global Capai Suhu Tertinggi, Waspadai Risiko Bencana

Pemanasan Global. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Laporan terbaru dari badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk lingkungan hidup

United Nations Environment Programme (UNEP) menyatakan bahwa tahun ini emisi gas rumah kaca mengalami peningkatan.

Laporan tersebut menetapkan arah kenaikan suhu global sebesar 3 derajat Celcius.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Laporan ini dimaksudkan untuk memantau kemajuan menuju kesepakatan iklim Paris, yang berupaya menjaga pemanasan global sehingga kurang dari 2 derajat Celcius.

Akan tetapi, peringatan dalam laporan itu menunjukkan sebaliknya. Kendati pada tahun ini emisi global berkurang karena pandemi Covid-19 (pengurangan emisi sekitar 7 persen), hasilnya hanya akan mengurangi 0,01 derajat Celcius dalam pemanasan global pada 2050.

Tahun ini merupakan tahun dengan cuaca ekstrem yang mengakibatkan hilangnya es Arktik yang cepat hingga kebakaran hutan, dan gelombang panas yang sangat besar. Ini menjadi peringatan bahwa banyak negara tertinggal jauh dibelakang target emisi yang dibutuhkan.

Pada pekan ini, para peneliti dari Europe’s Copernicus Climate Change Service juga mengumumkan bahwa bulan lalu adalah rekor November terpanas di dunia. Hal ini makin mengindikasi perubahan iklim yang jauh dari harapan.

Mengutip Metro UK, Kamis (10/12/2020) Inger Andersen, Direktur Eksekutif UNEP mengatakan bahwa 2020 akan menjadi salah satu tahun terhangat dalam sejarah, sementara kebakaran hutan, badai, dan kekeringan terus mendatangkan malapetaka.

Laporan kesenjangan emisi UNEP berupaya mengukur apakah negara-negara yang menandatangani perjanjian Paris telah mencapai target emisi yang diperlukan untuk menjaga pemanasan global tetap di bawah 2 derajat Celcius.

Namun, laporan tahun ini menemukan bahwa emisi sebenarnya telah meningkat sebesar 1,4 persen per tahun sejak 2010, dengan emisi tahun lalu tumbuh sebesar 2,6 persen, yang dipicu oleh kebakaran hutan secara masif dan luas di Australia dan Amerika Serikat.

Penulis laporan juga memperingatkan bahwa penurunan emisi akibat virus corona yang tidak terencana tahun ini tidaklah cukup untuk membantu mengurangi perubahan iklim dan bahwa solusi yang terencana serta luas sangat diperlukan. (ATN)

Tags: Climate ChangeGlobal WarmingPemanasan GlobalPerubahan IklimUNEP
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.