• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Bangun Ekonomi Hijau, Indonesia Fokus Rehabilitasi Mangrove dan Hilirisasi Nikel

by Redaksi Asiatoday
January 10, 2021
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Jokowi Kecam Presiden Prancis Emmanuel Macron yang Menghina Islam

Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi). Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa indonesia akan berfokus pada upaya rehabilitasi lingkungan selama empat tahun ke depan. Langkah itu sejalan dengan kerangka pemerintah untuk membangun ekonomi hijau (green economy).

Kebijakan itu disampaikan Jokowi saat memberi kata sambutan dalam perayaan HUT ke-48 PDIP secara virtual pada Minggu (10/1/2021).

“Saya telah mengintruksikan empat tahun ke depan, kita akan melakuan rehabilitasi, perbaikan hutan mangrove kurang lebih 630 ribu hektare di seluruh tanah air. Agenda ini kita tangani sampai 2024,” kata Jokowi.

RelatedPosts

Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts

Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026

ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution

Pemerintah telah menyiapkan lima lokasi atau provinsi yang ditujukan sebagai kawasan persemaian bibit pohon mangrove tersebut.

“Kita akan bangun sebuah persemaian di lima lokasi di lima provinsi yang setiap lokasinya akan memproduksi 20 juta benih pohon yang akan kita pakai untuk merahabilitasi lahan-lahan yang sering longsor, banjir. Artinya, dalam satu tahun kita bisa memproduksi lebih dari 100 juta bibi pohon,” jelasnya.

Selain rehabilitasi lingkungan, Presiden Jokowi juga mengungkapkan bahwa visi ekonomi hijau indonesia juga akan diimplementasikan melalui pengembangan industri hilir biji nikel menjadi baterai lithium selama sisa masa jabatannya.

“Ke depan kita ingin mengolah biji nikel menjadi baterai lithium yang dapat digunakan untuk ponsel dan mobil listrik. Semua upaya tersebut akan menciptakan puluhan ribu lapangan pekerjaan baru sekaligus berkontribusi pada pengembangan energi masa depan,” imbuhnya.

Menurut Jokowi, visi besar ini berdasarkan posisi Indonesia yang hampir menguasai 30 persen produksi nikel global. Di sisi lain, Jokowi menggarisbawahi, cadangan nikel dalam negeri saat ini sebanyak 25 persen jika dibandingkan dengan cadangan dunia.

“Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia. 25 persen cadangan nikel dunia ada di Indonesia yang jumlahnya kurang lebih 21 juta ton. Sehingga, Indonesia mengontrol hampir 30 persen produksi nikel global,” tandasnya. (ATN)

Tags: Green EconomyHilirisasi NikelKonservasi HutanMangroveNikel
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.