• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Di Bangladesh, Angka Bunuh Diri Lebih Tinggi Dibanding Kematian Covid-19

by Redaksi Asiatoday
March 14, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Di Bangladesh, Angka Bunuh Diri Lebih Tinggi Dibanding Kematian Covid-19

Kota Dhaka, Bangladesh. Dok

ASIATODAY.ID, DHAKA – Sebuah studi terbaru yang diprakarsai oleh grup Aachol Foundation menyebutkan bahwa angka bunuh diri di Bangladesh  sepanjang 2020 lebih tinggi dibandingkan kematian akibat Covid-19.

Aachol Foundation mencatat angka bunuh diri di Bangladesh mencapai 70 persen dimana 14.436 tewas dalam periode Maret 2020 hingga Februari 2021. Dalam periode yang sama, kematian akibat Covid-19 di Bangladesh mencapai angka 8.462.

Mengutip Anadolu Agency Minggu (14/3/2021), studi Aachol Foundation mengaitkan tingginya angka bunuh diri ini dengan dampak buruk pandemi Covid-19 terhadap bidang ekonomi dan sosial masyarakat Bangladesh.

RelatedPosts

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Jika dibandingkan 2019, angka bunuh diri di Bangladesh sepanjang pandemi Covid-19 tahun lalu lebih tinggi sekitar 45 persen. Sementara berdasarkan data Biro Statistik Bangladesh, diestimasi sekitar 10 ribu orang melakukan bunuh diri di Bangladesh pada setiap tahunnya.

Studi Aachol Foundation mencatat lonjakan kecenderungan warga Bangladesh untuk bunuh diri sepanjang 2020, terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa.

Grup tersebut mengatakan bahwa frustrasi dan depresi selama pandemi telah mendorong banyak warga Bangladesh untuk mengakhiri hidup.

Menurut Aachol Foundation, kondisi ini diperburuk minimnya akses bantuan dan dukungan mental di seantero Bangladesh.

Dari total angka bunuh diri di Bangladesh tahun lalu, lanjut Aachol Foundation, 49 persen korban adalah individu berusia antara 20 dan 35 tahun, dan 57 persen di antaranya adalah perempuan. (ATN)

Tags: Bangladesh
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.