• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Warga Australia yang Nekat Pulang dari India Terancam Penjara 5 Tahun

by Redaksi Asiatoday
May 1, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Walau Pasien Covid-19 Terus Menurun, Australia Masih akan Tutup Perbatasan

Negeri Australia. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Warga negara Australia yang nekat pulang dari India terancam hukuman penjara hingga 5 tahun dan denda setelah pemerintah menerbitkan larangan perjalanan sementara dari negara itu.

Kementerian Kesehatan Australia mengatakan aturan ini dibuat berdasarkan “proporsi orang dalam karantina yang telah terinfeksi Covid-19 di India”.

Sebelumnya, Australia melarang semua penerbangan dari India. Saat ini terdapat sekitar 9.000 warga Australia di India, dan 600 dari mereka masuk kategori rentan tertular.

RelatedPosts

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Menurut media setempat, ini pertama kalinya pulang ke negara sendiri menjadi perbuatan pidana.

Mulai Senin (3/5/2021), setiap orang yang pernah berada di India dalam rentang 14 hari sebelum tanggal kedatangan di Australia akan dilarang masuk negara itu.

Jika melanggar, ancaman hukumannya 5 tahun dan/atau denda 66.000 dolar Australia (Rp 736 juta). Aturan ini akan ditinjau lagi pada 15 Mei, menurut Kementerian Kesehatan.

“Pemerintah tidak gampang membuat keputusan ini,” kata Menteri Kesehatan Greg Hunt dalam pernyataan tertulis, dikutip dari BBC, Sabtu (1/5/2021).

“Namun, penting untuk terus melindungi integritas sistem kesehatan masyarakat dan karantina di Australia dan agar jumlah kasus Covid-19 di tempat-tempat karantina turun ke tingkat yang bisa ditangani,” dalihnya. (ATN)

Tags: AustraliaCOVID-19India
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.