• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Tuesday, July 14, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Investasi Rp28 Triliun, Vale Bersama Konsorsium China Garap Hilirisasi Nikel di Morowali

by Redaksi Asiatoday
May 25, 2021
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Vale Indonesia Kucurkan Belanja Modal US$165 Juta Sepanjang 2019

Site PT Vale Indonesia. ist

ASIATODAY.ID, PALU – Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng) menjadi sasaran investasi besar-besaran hilirisasi nikel di Indonesia.

Setelah Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), PT Vale Indonesia Tbk., (INCO) juga siap berinvestasi di wilayah itu di sektor yang sama.

Bekerja sama dengan mitra dari China, Vale akan berinvestasi senilai US$1,94 miliar atau setara Rp28 triliun di Bahodopi, Kabupaten Morowali pada proyek penambangan dan pengolahan bijih nikel.

RelatedPosts

Freeport’s Grasberg Recovery: 21 Tonnes of Gold Target in 2026

Japan’s Takeda Places US$30 Million Bet on Indonesia’s Biopharma Ambition

ASEAN’s Chip Race: Indonesia and Malaysia Forge New Semiconductor Alliance

Menurut CEO PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) Febriany Eddy, salah satu yang mendorong perusahaan berinvestasi di wilayah itu karena dinamika bisnis nikel di Indonesia yang kian maju dan tumbuh  pesat dalam 8 tahun terakhir.

“Hal tersebut membuat PT Vale semakin mantap mengambil posisi dalam peta industri nikel Indonesia sebagai operator nikel yang mengedepankan praktik-praktik penambangan berkelanjutan,” katanya saat berdialog dengan Gubernur Sulteng Longki Djanggola, di ruang kerja Gubernur Sulteng, Senin (24/5/2021).

Dikatakan, saat ini wilayah konsesi perseroan di Sulteng mencakup area kontrak karya seluas 22.699 hektare di Blok 2 dan Blok 3 Deda Bahodopi.

“Proyek pengembangan kami di blok tersebut terdiri atas dua bagian utama, yaitu tambang dan pabrik (smelter),” ujarnya.

Kegiatan penambangan akan dioperasikan dengan nilai investasi pembukaan tambang sebesar USD140 juta. Sementara itu, untuk kegiatan pengolahan bijih nikel, pihaknya berencana membangun smelter dengan nilai investasi sebesar USD1,8 miliar.

“Untuk pembangunan smelter, PT Vale Indonesia telah mendirikan badan usaha baru, yaitu PT Bahodopi Nickel Smelting Indonesia (BNSI) yang saat ini telah memperoleh izin usaha industri. Pabrik ini rencananya dibangun dan dioperasikan bersama mitra kami dari China,” jelasnya.

Febriany menjelaskan, proyek Bahodopi telah diajukan sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk tahun 2021. Kegiatan penambangan PT Vale di Blok Bahodopi akan menyerap sekitar 900 tenaga kerja.

“Sementara untuk kegiatan di smelter, kami memperkirakan kebutuhan tenaga kerja mencapai 11.400 orang pada periode konstruksi, dan sekitar 3.700 orang ketika smelter sudah beroperasi,” imbuhnya. (ATN)

Tags: Hilirisasi NikelMorowaliPT Vale IndonesiaTambang Nikel
No Result
View All Result

Terbaru

  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • Freeport’s Grasberg Recovery: 21 Tonnes of Gold Target in 2026
  • Japan’s Takeda Places US$30 Million Bet on Indonesia’s Biopharma Ambition
  • ASEAN’s Chip Race: Indonesia and Malaysia Forge New Semiconductor Alliance
  • Pacific Climate Crisis: Papua’s Last Glacier Nears Extinction
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.