• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

4th OAC Dorong Pengembangan Pertanian Organik di Asia

by Redaksi Asiatoday
November 26, 2021
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
4th OAC Dorong Pengembangan Pertanian Organik di Asia

Pertanian organik di Indonesia. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pandemi COVID-19 menyebabkan perubahan mendadak dalam semua dimensi kehidupan.

Terjadi pergeseran kebiasaan konsumen. Banyak keluarga mulai memilih bahan pangan sehat, bahan-bahan pokok lainnya yang berlabel organik. Tujuannya, menyediakan bahan makanan berkualitas tinggi dan sehat untuk keluarga.

Di Amerika Serikat, penjualan pangan dan non pangan organik  melonjak ke level tertinggi di tahun  2020. Peningkatannya mencapai 12,4 persen menjadi 61,9 miliar dolar AS.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Menurut Survei Industri Organik 2021 yang dirilis Organic Trade Asosiation (OTA), reputasi organik naik luar biasa, hingga disebut sebagai pertumbuhan yang dramatis.

Data OTA mencatat, penjualan makanan organik di Amerika Serikat pada 2020 naik 12,8 persen dengan nilai total 56,4 miliar dolar AS. Nilai itu merupakan peningkatan dan rekor tertinggi penjualan bahan makanan organik yang pernah terjadi.

Director of Education & Insights dari Organic Trade Association, Angela Jagiello mengungkapkan satu-satunya hal yang menghambat pertumbuhan di sektor makanan organik adalah pasokan yang sangat terbatas. Di semua kategori organik, pertumbuhan dibatasi oleh pasokan.

Melihat tren dan pergeseran kesadaran untuk mengonsumsi bahan pangan organik, maka di masa depan kebutuhan produk-produk berlabel organik menjadi sangat tinggi. Selain Amerika Serikat, negara-negara di Asia dan Eropa juga merupakan konsumen beragam produk organik.

“Potensi bahan makanan dan minuman organik menjadi sangat berprospek untuk dikembangkan secara besar-besaran,” jelas Angela dikutip Jumat (26/11/2021).

4th Organic Asia Congress (OAC) adalah acara rutin diselenggarakan oleh International Federation Organic Asia Movement (IFOAM) Asia. Gelaran ini ditujukan untuk mendorong semua pemangku kepentingan berbagi pengetahuan dan memperkuat strategi pembangunan pertanian organik di Asia.

Penyelenggaraan OAC yang ke-empat kali ini dilaksanakan di Indonesia, pada 22—27 November 2021 secara daring dan luring.

Sebagai tuan rumah, Aliansi Organis Indonesia (AOI) ditunjuk sebagai mitra utama dan didukung konsorsium yang terdiri atas Yayasan Bina Swadaya, Yayasan Kehati, ARLA Indonesia, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Pertanian.

Pada penyelenggaraan ke-empat, Organic Asia Congress mengusung tema “Asia Organic For A Healthier Planet!”. Hal ini menekankan pentingnya pertanian organik pada saat dan paska pandemic Covid 19.

Dua acara utama, yaitu Organic Youth Forum dan Organic Asia Congress, serta dua acara pendukung yakni peluncuran “ALGOA (Asian Local Government for Organic Agriculture) Indonesia Forum” dan “Women on Organic Agriculture in Asia (WOAA)”.

Untuk kongres OAC yang diselenggarakan pada 25-27 November 2021, akan mengundang 33 pembicara dari luar negeri dan 15 pembicara dari dalam negeri. (ATN)

Tags: 4th Organic Asia CongressInternational Federation Organic Asia MovementPertanian Ramah LingkunganSmart Agriculture
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.