• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 13, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

70 Persen Mangorove Rusak, Pesisir Kalsel Terancam Abrasi

by Redaksi Asiatoday
September 2, 2019
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
70 Persen Mangorove Rusak, Pesisir Kalsel Terancam Abrasi

Konservasi Mangorove. Ist

ASIATODAY.ID, BANJAR BARU – Hutan mangorove di wilayah pesisir Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) kondisinya cukup memprihatinkan, di mana dari luasan 116.824 hektare, diperkirakan sekitar 70 persennya dalam kondisi rusak.

“Kelestarian hutan mangorove Kalsel tergolong terancam. Untuk itu, perlu perhatian bersama dan langkah konkret menjaga dan melestarikan keberadaannya,” kata Ahli Budidaya Perairan dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Pahmi Ansyari MS di Banjarbaru, dikutip antara Minggu (1/9/2019).

Menurut dia, dibutukan langkah-langkah yang tepat untuk memperbaiki ekosistem hutan mangrove tersebut. Salah satu kegiatan yang nyata seperti penanaman bibit pohon mangorove.

RelatedPosts

Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives

Indonesia Seeks Global Investment to Transform National Park Conservation

The Hidden Cost of Indonesia’s Nickel Boom: Deaths, Pollution, and Rights Violations

Penanaman mangorove atau pohon bakau itu, manfaatnya sangat besar untuk lingkungan, terutama mencegah terjadinya abrasi pantai.

“Sebagai wujud nyata kepedulian pelestarian hutan mangrove, kami akan melakukan gerakan menanam seribu mangrove dengan slogan Bergerak untuk Mangrove (BUM),” ujar Dekan Fakultas Perikanan dan Kelautan ULM itu.

Gerakan menanam seribu mangrove di pesisir pantai Desa Pagatan Besar, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut itu bertujuan agar mengembalikan kondisi ekosistem pesisir dan biota laut sekaligus mencegah abrasi.

“Melalui penanaman kembali ini, kita ingin pembuatan hutan bakau atau mangrove yang hijau dan lebat di kemudian hari,” tandasnya.

Kegiatan penanaman pada 7 September 2019 nanti, melibatkan unsur perguruan tinggi baik dosen maupun mahasiswa, dan unsur pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten, unsur pelaku usaha PT. Arutmin Indonesia dan unsur masyarakat yaitu kelompok masyarakat nelayan Desa Pagatan Besar.

“Penanaman bibit mangrove ini juga merupakan rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun Ke-55 (Lustrum XI) Fakultas Perikanan dan Kelautan ULM tahun 2019,” pungkas Pahmi. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: KalselKonservasi AlamMangoroveTanam Mangorove
No Result
View All Result

Terbaru

  • Bank Jakarta and Blibli Launch Engagement Store at Jakarta Fair 2026
  • Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis
  • Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content
  • Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government
  • Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.