• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

8 Tahun Lagi, Pembangkit Batubara di Indonesia Dipensiunkan

by Redaksi Asiatoday
November 4, 2021
in GREEN ENERGY
Reading Time: 1 min read
A A
0
PLTU Pertama Berteknologi USC Terbesar di Indonesia Mulai Beroperasi

PLTU Jawa 7. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia akan melakukan pensiun dini (early retirement) atau menghentikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batubara dalam 8 tahun. Dengan langkah itu, transisi ke energi terbarukan bisa segera terwujud.

Menurut Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati untuk mempercepat itu Indonesia membutuhkan dana sebesar USD25 miliar atau Rp 358 triliun hingga USD30 miliar atau Rp 429,6 triliun.

“Di sektor energi, Indonesia akan membuka peluang investasi untuk melakukan early retirement dari pembangkit batubara yang kemudian bertransisi ke energi terbarukan,” demikian keterangan tertulis Sri Mulyani yang dimonitor Kamis (4/11/2021).

RelatedPosts

Sri Lanka Secures US$57.4 Million to Expand Rooftop Solar and Modernize Power Grid

U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions

Cambodia Secures $63 Million ADB-Backed Battery Project to Accelerate Clean Energy Transition

Sebelumnya, Indonesia berkomitmen untuk mentransisi energi menjadi energi yang lebih ramah lingkungan.

Hal ini disampaikan Indonesia dalam CEOs Forum Inggris yang diselenggarakan di Glasgow, Inggris. Sri Mulyani turut mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan beberapa investor, Senin (1/11/2021).

“Para CEO dan perwakilan perusahaan global yang berpusat di Inggris ingin mendengar rencana pemerintah Indonesia dalam memenuhi komitmen perubahan iklim. Mereka juga memiliki komitmen untuk mendukungnya,” papar Sri Mulyani.

Pada kesempatan tersebut, Jokowi juga menyampaikan bahwa Peraturan Presiden terkait instrumen nilai ekonomi karbon yang mengatur mekanisme karbon ke depan telah ditandatangani.

“Demikian juga potensi Indonesia pada pengembangan kendaraan dan baterai listrik, serta pembangunan Green Industrial Park di Kalimantan Utara seluas 13 ribu hektar yang akan menggunakan sumber energi ramah lingkungan,” urainya.

Sri Mulyani menambahkan para CEO dan perwakilan perusahaan sangat antusias dan mendukung insutrumen pendanaan investasi hijau (green bonds dan blended finance) yang sudah dibentuk Indonesia. (ATN)

Tags: Energi Baru TerbarukanGreen Energy
No Result
View All Result

Terbaru

  • IMF Warns Global Economy Faces Fresh Stress Test as Middle East Conflict Fuels Energy Shock
  • Sri Lanka Secures US$57.4 Million to Expand Rooftop Solar and Modernize Power Grid
  • Indonesia Freezes Coal Exports to Safeguard Power Supply as Global Energy Risks Mount
  • Global Investors Double Down on Indonesia’s Nickel Boom With $169 Million HPAL Deal
  • Vietnam Overtakes Thailand? Southeast Asia’s Tourism Powerhouse Is Shifting
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.