ASIATODAY.ID, JENEWA – Wabah coronavirus (Covid-19) terus menginfeksi lebih banyak orang di lebih dari 210 negara dan wilayah sejak pertama kali muncul di China pada akhir Desember 2019.
Berdasarkan data Universitas Johns Hopkins pada Rabu 13 Mei 2020, total kasus covid-19 di kancah global telah melampaui 4,2 juta dengan 290 ribu lebih kematian dan 1.485.134 pasien sembuh.
Melansir CGTN, Rabu (13/5/2020), Dewan Perawat Internasional atau International Board of Nurses (ICN) mencatat sedikitnya 90 ribu tenaga medis profesional di seluruh dunia telah terinfeksi covid-19. Dari total angka tersebut, lebih dari 260 perawat telah dinyatakan meninggal.
Di Amerika Serikat, tercatat ada lebih dari 3,8 juta perawat terdaftar. Data dari Asosiasi Perawat Amerika mencatat bahwa 79 perawat telah kehilangan nyawa mereka akibat covid-19.
Sejumlah rumah sakit di AS melaporkan kekurangan peralatan medis, termasuk Alat Pelindung Diri (APD) dan juga ventilator. Beberapa negara bagian di AS juga melaporkan hal serupa, yakni minimnya jumlah staf serta APD.
Pekerja kesehatan di seantero AS telah menggelar beberapa unjuk rasa dalam memprotes kondisi tempat kerja dan minimnya peralatan. Mereka mendesak Pemerintah AS untuk menyediakan lebih banyak APD untuk memerangi pandemi covid-19.
Survei terbaru oleh GetUsPPE.org menunjukkan bahwa 12 persen dari 120 institusi terdaftar di California sudah tidak lagi memiliki masker tipe N95. Padahal, masker tipe tersebut dinilai sebagai salah satu bagian penting dari APD dalam merawat pasien covid-19.
Selasa 12 Mei kemarin merupakan Hari Perawat Internasional dan juga peringatan ulang tahun ke-200 dari perawat ternama asal Inggris, Florence Nightingale.
Tema yang dipilih Dewan Perawat Internasional tahun ini adalah “Merawat Kesehatan Dunia.” (ATN)
