• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Abaikan Protes Internasional, PM Israel Bertekad Aneksasi Tepi Barat pada 1 Juli

by Redaksi Asiatoday
June 29, 2020
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
PM Israel Benjamin Netanyahu Mulai Diadili dalam Kasus Korupsi

Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu. Ist

ASIATODAY.ID, TEL AVIV – Di tengah gelombang protes komunitas internasional dan negara-negara Arab, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bertekad melanjutkan rencananya untuk mencaplok sebagian wilayah Tepi Barat mulai 1 Juli mendatang.

Banyak tokoh global mengecam rencana aneksasi di Tepi Barat, yang dinilai hanya akan menghancurkan harapan terwujudnya perdamaian antara Palestina dan Israel.

Yordania, Mesir, Uni Emirat Arab, dan juga Arab Saudi menentang keras rencana aneksasi Israel di Tepi Barat.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Melansir Washington Times, Senin (29/6/2020) pencaplokan dikhawatirkan dapat merusak Solusi Dua Negara (Two-State Solution) — skema yang dinilai komunitas global sebagai solusi terbaik dalam konflik berkepanjangan Palestina-Israel.

Palestina sejak lama berharap bahwa Tepi Barat, yang direbut Israel dari Yordania dalam perang Arab-Israel 1967, dapat menjadi bagian dari negara berdaulat dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Selain negara-negara Arab, sejumlah anggota Uni Eropa juga mengecam rencana aneksasi Tepi Barat oleh Israel. UE pun mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada Israel jika PM Netanyahu melanjutkan rencananya tersebut.

Sejumlah analis mengaku tidak akan terkejut jika PM Netanyahu melanjutkan rencana aneksasi. Mereka menilai PM Netanyahu merasa tenang-tenang saja karena mengetahui Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan mendukungnya.

“Aneksasi sebagian wilayah Tepi Barat merupakan langkah logis selanjutnya dari program jangka panjang pendudukan dan permukiman Israel,” kata Joshua Landis, kepala institut Center for Middle East Studies dari University of Oklahoma. (ATN)

Tags: IsraelPalestinaYerusalem
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.