• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Adani Green Energy Dipercaya Bangun Pembangkit Tenaga Surya Terbesar di Dunia

by Redaksi Asiatoday
June 9, 2020
in GREEN ENERGY
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Adani Green Energy Dipercaya Bangun Pembangkit Tenaga Surya Terbesar di Dunia

Fasilitas Pembangkit Tenaga Surya yang dibangun Adani Green Energy. Ist

ASIATODAY.ID, DALLAS – Perusahaan Adani Green Energy Limited (AGEL, NSE: ADANIGREEN) dan Adani Solar Manufacturing telah memenangkan perjanjian proyek tenaga surya pertama yang terhubung dengan produksi dari Solar Energy Corporation of India (SECI).

Sebagai bagian dari perjanjian ini, AGEL akan mengembangkan proyek tenaga surya 8 GW bersama dengan komitmen yang akan melihat Adani Solar Manufacturing membangun tambahan kapasitas sel surya 2 GW dan kapasitas produksi modular.

Penghargaan proyek ini, yang terbesar dari jenisnya yang pernah ada di dunia, akan memerlukan investasi tunggal sebesar USD6 miliar dan akan menciptakan 400.000 lapangan kerja langsung dan tidak langsung. Proyek ini juga akan menggantikan 900 juta ton karbon dioksida selama masa pakainya.

RelatedPosts

Bpfilters Launches Innovative B50 Biodiesel Filter Product

Indonesia Launches Asia’s Largest Cooperative-Based Renewable Energy Initiative

ASEAN Power Grid Gets Real: ADB Unleashes New Fund to Fast-Track Regional Energy Integration

Dengan kemenangan proyek ini, AGEL akan memiliki kapasitas Pembangkit Tenaga Surya sebesar 15 GW dalam operasi, konstruksi atau dibawah kontrak sehingga mempercepat perjalanannya menuju menjadi perusahaan energi terbarukan terbesar di dunia pada tahun 2025.

Proyek ini juga akan membawa Adani Green Energy Limited lebih dekat kepada targetnya untuk mencapai kapasitas pembangkit terpasang 25 GW tenaga listrik terbarukan pada tahun 2025 yang disisi lain akan melakukan total investasi sebesar USD15 miliar dalam ruang energi terbarukan selama lima tahun ke depan.

Adani Green Energy Dipercaya Bangun Pembangkit Tenaga Surya Terbesar di Dunia 1
Gautam Adani. Ist

Gautam Adani, Chairman Adani Group, mengatakan perdana Menteri Narendra Modi membuat komitmen pada Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa 2015 di Paris bahwa India akan memimpin revolusi Perubahan Iklim dan faktanya akan memenuhi sebagian besar komitmen COP21 dalam sembilan tahun sebelum batas waktu di tahun 2030.

“Kami merasa terhormat telah dipilih oleh Solar Energy Corporation of India untuk penghargaan tenaga surya ini. Di dunia sekarang ini, adaptasi iklim tidak dapat dianggap independen dari prioritas pembangunan ekonomi dan baik penciptaan lapangan kerja maupun dekarbonisasi haruslah menjadi tujuan yang berjalan bersama. Fakta bahwa energi terbarukan akan beralih menjadi bahan bakar paling bersih dan paling ekonomis di dunia adalah kesimpulan yang pasti dan Grup Adani berniat untuk memainkan peran utama dalam perjalanan ini,” jelas Gautam Adani melalui keterangan resmi yang diterima Asiatoday.id, Selasa (9/6/2020).

Berdasarkan perjanjian, penghargaan proyek 8 GW pengembangan tenaga surya akan dilaksanakan selama lima tahun ke depan.

2 GW kapasitas pembangkitan pertama akan mulai beroperasi pada tahun 2022 dan 6 GW kapasitas berikutnya akan ditambahkan dalam peningkatan tahunan sebesar 2 GW hingga 2025.

Proyek-proyek ini akan mencakup berbagai lokasi, termasuk proyek pembangkitan satu situs 2 GW, yang terikat untuk proyek situs tunggal terbesar yang diumumkan secara global.

Kapasitas produksi sel surya dan modul 2 GW akan didirikan pada 2022 dan seiring dengan 1,3 GW kapasitas yang ada akan mengkonsolidasikan posisi Grup Adani sebagai produsen surya terbesar di India.

Model bisnis Adani Green Energy Limited berfokus pada kontrak jangka panjang dengan rekanan kelas investasi, membangun proyek-proyek besar secara pesat, dan setelahnya membangun kemitraan pengembangan tenaga surya dengan pemain energi terintegrasi global terkemuka yang berupaya mengurangi jejak karbon mereka, yang membuat perusahaan dapat berkembang pesat sejak pencatatan saham perdana kurang dari dua tahun lalu. Kontrak baru ini selanjutnya akan membantu memperkuat model ini.

Sebagai referensi, Adani Group adalah organisasi terdiversifikasi di India dengan total kapitalisasi pasar sebesar USD22 miliar yang terdiri dari 6 perusahaan publik.

Adani telah membangun portofolio infrastruktur transportasi dan utilitas kelas dunia dalam jangakauan pan-India. Adani Group memiliki pusat di Ahmedabad, di negara bagian Gujarat, India.

Selama bertahun-tahun, Adani Group telah memposisikan diri untuk menjadi pemimpin pasar dalam bisnis logistik transportasi dan portofolio utilitas energi yang berfokus pada pengembangan infrastruktur skala besar di India dengan praktik O&M (Operations & Maintenance) yang mengacu pada standar global. Dengan empat bisnis berperingkat IG, Adani merupakan satu-satunya penerbit Infrastructure Investment Grade di India.

Adani mendapatkan keberhasilan dan kepemimpinannya pada filosofi inti ‘Membangun Bangsa’ yang digerakkan oleh ‘Pertumbuhan dengan Kebaikan’ – sebuah prinsip panduan untuk pertumbuhan berkelanjutan.

Adani berkomitmen untuk meningkatkan jejak ESG dengan menyelaraskan kembali bisnisnya dengan penekanan pada perlindungan iklim dan meningkatkan penjangkauan masyarakat melalui program CSR-nya berdasarkan pada prinsip-prinsip keberlanjutan, keragaman dan nilai-nilai bersama. (AT Network)

Tags: Adani Green EnergyAdani Green Energy LimitedEnergi Baru TerbarukanEnergi HijauGautam AdaniGreen EnergyPLTSaSolar Energy Corporation of India
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.