• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

ADB Gelontorkan US$50 Juta Danai Proyek Satelit Internet di Asia Pasifik

by Redaksi Asiatoday
December 7, 2019
in Business
Reading Time: 3 mins read
A A
0
ADB Gelontorkan US$50 Juta Danai Proyek Satelit Internet di Asia Pasifik

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Untuk pertama kalinya, Asian Development Bank (ADB) menggelontorkan pinjaman senilai US$50 juta untuk mendanai proyek infrastruktur jaringan internet di Asia Pasifik.

Dana tersebut dikucurkan kepada Kacific Broadband Satellites International Limited (Kacific) untuk membangun jaringan internet pita lebar berbasis satelit dan berkecepatan tinggi.

Infrastruktur ini akan melayani berbagai negara di Asia dan Pasifik, terutama kepulauan seperti Indonesia dan Filipina dan negara pulau kecil di Pasifik.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Proyek Satelit Internet Pitalebar bagi Lokasi Terpencil di Asia Pasifik (Asia-Pacific Remote Broadband Internet Satellite Project) akan membantu menjadikan sambungan internet pitalebar tersedia lebih luas bagi negara-negara di kawasan ini, tempat lebih dari 2 miliar orang tidak memiliki akses internet yang andal akibat infrastruktur yang tidak memadai, tantangan geografis, dan tingginya biaya layanan.

Menurut Direktur Jenderal ADB untuk Operasi Sektor Swasta, Michael Barrow, akses yang lebih baik ke internet berkecepatan tinggi yang andal dapat membantu meningkatkan layanan pendidikan, memperluas akses ke informasi, menarik investasi, mengurangi kesenjangan pembangunan perdesaan–perkotaan, meningkatkan perdagangan dan konektivitas, serta menstimulasi perekonomian setempat.

“Akses tersebut juga akan membantu meningkatkan komunikasi, terutama pada saat kondisi darurat dan bencana, ketika jaringan yang ada di darat mungkin mengalami kerusakan,” ujar Micheal, dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Sabtu (7/12/2019).

Christian Patoraux, Pendiri dan CEO Kacific, menilai ADB memegang peranan penting dalam mewujudkan transaksi ini.

“Keikutsertaan ADB telah membantu guna memperoleh pembiayaan yang diperlukan untuk proyek yang sangat penting bagi pembangunan,” kata Christian.

Menurutnya, manfaat konektivitas akan mengubah kehidupan—mulai dari peningkatan pariwisata, akses ke informasi, layanan keuangan, hingga perawatan kesehatan dan pendidikan bagi berbagai masyarakat terpencil di kawasan ini.

Proyek ini juga akan mendukung konstruksi, peluncuran, dan operasi sebuah satelit orbit geostasioner bumi berkapasitas tinggi (high-throughput) yang digunakan bersama. Kacific-1 dijadwalkan untuk diluncurkan oleh SpaceX pada bulan Desember 2019 dan akan operasional pada awal 2020.

Adapun pembiayaannya terdiri atas pinjaman dari ADB dan dari Leading Asia’s Private Infrastructure Fund (LEAP) yang dikelola oleh ADB.

Didirikan pada bulan Maret 2016 dengan dukungan dari Japan International Cooperation Agency, LEAP adalah salah satu sarana pembiayaan bersama (cofinancing) ADB yang dikhususkan bagi infrastruktur sektor swasta di Asia dan Pasifik.

ADB akan bekerja sama dengan GuarantCo, sebuah perusahaan di bawah Private Infrastructure Development Group (PIDG), untuk menjamin pembiayaan bersama tambahan bagi proyek tersebut.

GuarantCo menyediakan solusi kredit untuk pembangunan infrastruktur di negara berpenghasilan rendah di Afrika dan Asia, dengan pendanaan dari pemerintah Australia, Inggris, Swedia dan Swiss melalui PIDG Trust dan dari Belanda melalui FMO, Dutch Development Bank, dan PIDG Trust. PIDG adalah organisasi pembangunan dan pembiayaan yang menyampaikan infrastruktur perintis di negara-negara yang paling miskin dan paling rapuh.

ADB berkomitmen mencapai Asia dan Pasifik yang makmur, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan, serta terus melanjutkan upayanya memberantas kemiskinan ekstrem.

Pada 2018, ADB memberikan komitmen pinjaman dan hibah baru senilai US$21,6 miliar. Didirikan pada 1966, ADB dimiliki oleh 68 anggota—49 di antaranya berada di kawasan Asia dan Pasifik. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: ADBAsian Development BankDeutch Development Bank
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.