• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

ADB Kucurkan USD60 Juta Kepada ECOM untuk Bantu Petani di Asia Pasifik

by Redaksi Asiatoday
December 29, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
ADB Kucurkan USD60 Juta Kepada ECOM untuk Bantu Petani di Asia Pasifik

Kebun Kopi di Indonesia. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Bank Bangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) menandatangani perjanjian dengan perusahaan global ECOM Agroindustrial Corp. Lt (ECOM) untuk pinjaman kredit hingga USD60 juta guna membantu keberlanjutan kehidupan petani kecil (smallholders) di Asia Pasifik, Rabu (23/12/2021).

Pinjaman ini akan membantu operasional ECOM di sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Pinjaman dari ADB kepada ECOM tersebut ditujukan untuk membantu kehidupan petani kecil di tengah pandemi Covid-19 dan meningkatkan kemampuan mereka dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Target penerima dana tersebut adalah petani-petani kecil di India, Papua Nugini, Vietnam, dan Indonesia. Pinjaman ini akan mendukung ECOM dalam pembiayaan persediaan kopi dan kakao yang diperoleh dari lebih dari 27.800 petani kecil.

Pinjaman tersebut juga akan mendanai pembayaran di muka serta layanan ekstensi kepada petani-petani guna menyediakan likuiditas dan dukungan kepada mereka.

Hal ini agar bisa meminimalisasi dampak terhadap usaha mereka, akibat gangguang rantai pasok pertanian karena pandemi.

Selain itu, layanan ekstensi yang didukung oleh pinjaman ADB kepada ECOM berfokus pada meningkatkan kapasitas petani dalam beradaptasi dengan perubahan iklim.

Caranya, dengan memperkenalkan teknik bertani secara berkelanjutan, solusi data, dan literasi keuangan.

“Perubahan iklim dan pandemi yang tengah berlangsung, meningkatkan tekanan terhadap petani kecil di Asia Pasifik. Covid-19 telah mengurangi pendapatan mereka dan telah semakin menyulitkan mereka untuk berinvestasi dalam langkah-langkah resiliensi iklim,” ujar Kepala Unit Investasi Agribisnis ADB Martin Lemoine, seperti yang dikutip dari siaran resmi, Rabu (28/12/2021).

Martin mengatakan, “Bank-bank komersial tengah mengurangi eksposur terhadap pemain komoditas. Dukungan ADB terhadap pedagang pada usaha agribisnis seperti ECOM akan membantu menjembatani kesenjangan pembiayaan ini, dan memastikan pendapatan yang bisa diandalkan kepada petani, sehingga mereka bisa memulai langkah adaptasi terhadap perubahan iklim.”

Penyertaan hibah bantuan teknis akan memberikan peningkatan kapasitas dalam praktik terbaik pertanian kakao dan kopi yang cerdas iklim, literasi keuangan di Indonesia dan PNG, yang selanjutnya mendukung pemulihan petani dari pandemi Covid-19.

Bantuan teknis ini akan bermanfaat bagi sekitar 4.000 petani dan juga mempromosikan praktik-praktik yang lebih ramah gender. Hibah tersebut terdiri dari USD205.000 dari Dana Khusus Bantuan Teknis ADB untuk pemulihan Covid-19, serta USD425.000 dari Dana Iklim Strategis, yang dikelola oleh ADB.

Peminjamnya adalah ECOM Agroindustrial Corp. Limited (EACL), perusahaan induk utama ECOM yang didirikan di Swiss, dan ECOM Agroindustrial Asia Pte. Limited, anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya oleh EACL, didirikan di Singapura.

ECOM adalah pabrik kopi terbesar di dunia dan salah satu pedagang kopi, kakao, dan kapas top dunia. Ia bekerja dengan lebih dari 800.000 petani di 40 negara.

Sebagai originator, pengolah, dan merchandiser komoditas terintegrasi, ECOM berfokus pada kemitraan dengan petani kecil untuk menyediakan produk yang dapat dilacak dan disertifikasi kepada produsen produk bermerek.

ADB berkomitmen untuk mencapai Asia dan Pasifik yang makmur, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan, sambil mempertahankan upayanya untuk memberantas kemiskinan ekstrem. Didirikan pada tahun 1966, dimiliki oleh 68 anggota—49 dari wilayah tersebut. (ATN)

Tags: ADBECOM Agroindustrial CorpPertanian Ramah LingkunganPerubahan Iklim
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.