• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

ADB Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2021

by Redaksi Asiatoday
December 11, 2020
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
ADB Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2021

Asian Development Bank (ADB). Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Asian Development Bank (ADB) merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021, dari yang sebelumnya 5,3 persen menjadi 4,5 persen.

Menurut Country Economist ADB for Indonesia Emma Allen, pemulihan ekonomi di Indonesia diperkirakan akan terus berlanjut pada tahun depan, namun harus tetap diantisipasi karena masih terus berlanjutnya penyebaran Covid-19.

Meski vaksin Covid-19 telah hadir di Indonesia, pihaknya juga masih melihat ketidakpastian yang tinggi. Apalagi menurutnya proses untuk melakukan vaksinasi membutuhkan waktu yang lama.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Sementara itu, untuk keseluruhan tahun ini Emma memproyeksikan ekonomi Indonesia akan terkontraksi pada kisaran -2,2 persen, seiring dengan perlambatan aktivitas ekonomi yang masih berlanjut pada kuartal IV/2020.

“Kontraksi PDB riil diperkirakan akan melambat di kuartal IV/2020 dan akan terkontraksi sebesar -2,2 persen pada tahun 2020, sebelum meningkat menjadi 4,5 persen pada tahun 2021,” jelasnya Kamis (10/12/2020).

Emma memandang, pemulihan pada 2021 akan didorong oleh meningkatnya sektor konsumsi swasta, serta keyakinan konsumen yang diperkirakan akan kembali ke zona optimis.

Di samping itu, pemulihan juga akan didukung dengan membaiknya sentimen bisnis sebagai hasil dari reformasi iklim investasi, termasuk juga perjanjian Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

Diperkirakan pemulihan akan terus terjadi di negara-negara mitra dagang utama Indonesia yang dibarengi dengan kenaikan harga komoditas internasional.

“Ini akan meningkatkan prospek ekspor Indonesia dan mendukung sektor manufaktur,” paparnya.

Emma memperkirakan permintaan domestik baru akan pulih secara menyeluruh pada 2022. Pemulihan tersebut akan membantu mengembalikan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke tingkat sebelum pandemi terjadi.

Proyeksi ini pun tercermin dari perkiraaan ADB terhadap inflasi yang masih akan tercatat rendah pada 2021, yaitu sebesar 2,4 persen. Sementara pada tahun ini inflasi diperkirakan sebesar 2,0 persen. (ATN)

Tags: ADBAsian Development BankPertumbuhan Asia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.