• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Sunday, June 7, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Aksi Balasan, China Batasi Ruang Gerak Diplomat AS

by Redaksi Asiatoday
September 11, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Diusir Paksa China, Diplomat AS Tinggalkan Kota Chengdu

Amerika Serikat dan China. Dok

ASIATODAY.ID, BEIJING – Kementerian Luar Negeri China segera melakukan kebijakan pembatasan kepada para diplomat Amerika Serikat di negaranya.

Langkah China itu sebagai tindakan balasan atas kebijakan serupa yang diberlakukan AS.

Dalam sebuah pernyataan, Kemlu mengatakan pembatasan akan berlaku untuk semua staf kedutaan dan konsulat AS, serta konsulat jenderal di Hong Kong.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Mendesak AS agar mencabut keputusan yang salah secepat mungkin, pihak China baru-baru ini mengirimkan catatan diplomatik yang mengumumkan pembatasan timbal balik pada kedutaan dan konsulat AS, termasuk konsulat jenderal di Hong Kong,” demikian pernyataan itu dikutip dari AFP, Jumat (11/9/2020).

Sebelumnya Amerika Serikat membuat pembatasan baru bagi para diplomat senior China dalam melakukan sejumlah kegiatan rutin di negaranya.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo mengumumkan hal tersebut pada Rabu (2/9) di tengah ketegangan kedua negara yang kian menajam.

“Departemen Luar Negeri telah menetapkan sebuah mekanisme persetujuan bagi diplomat senior China di Amerika Serikat untuk mengunjungi kampus universitas dan bertemu dengan pejabat pemerintah setempat,” kata Pompeo dikutip dari CNN, Kamis (3/9).

Selain itu kata Pompeo, Keduataan Besar China di AS butuh persetujuan Departemen Luar Negeri jika hendak menggelar acara kebudayaan.

“Acara budaya dengan kelompok lebih dari 50 orang yang diselenggarakan oleh kedutaan besar China dan pos konsuler di luar properti misi kami juga akan membutuhkan persetujuan kami,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying mengatakan, apa yang telah dilakukan AS adalah pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan norma dasar yang mengatur hubungan internasional.

Pemerintah China kata Chunying mendesak AS untuk segera mencabut pembatasan itu.

“Kami mendesak Kementerian Luar Negeri AS untuk segera mencabut, berhenti menghalangi hubungan normal antara kedua bangsa dan menyabotase hubungan bilateral,” imbuhnya. (ATN)

Tags: Amerika SerikatChina
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesian Cooperatives Minister Backs Cooperative-Led Sugarcane Downstreaming
  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.