• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Aliansi Global Pemimpin Dunia Galang Dana USD8,2 Miliar untuk Vaksin Covid-19

by Redaksi Asiatoday
May 4, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Jerman Uji Coba Vaksin Covid-19 ke Manusia dalam Jumlah Besar

Vaksin coronavirus (covid-19). Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Para pemimpin dunia sepakat membangun Aliansi global untuk menggalang dana awal senilai USD8,2 miliar pada Konferensi Tingkat Yinggi (KTT) virtual yang digelar Senin (4/5/2020) hari ini.

Dana ini dikumpulkan untuk kepentingan penelitian dan distribusi vaksin Covid-19 secara merata serta keperluan pengobatan lainnya untuk membantu mengatasi pandemi Covid-19.

Inisiatif ini dirancang untuk memperluas kerja organisasi yang ada, yang didirikan pada tahun 2017 pasca wabah Ebola, yang dikenal sebagai Koalisi Global tentang Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi yang berfokus pada penelitian vaksin.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Struktur baru organisasi akan memiliki wewenang untuk memberlakukan pengujian dan terapi bagi mereka yang menderita Covid-19 penyakit tersebut,” demikian statement koalisi dilansir The Guardian, Senin (4/5/2020).

Selain melibatkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kerja sama ini telah ditandatangani oleh Kanselir Jerman Angela Merkel, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte, Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg, Presiden Dewan Eropa Charles Michel, dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.

Ketiga pemimpin nasional Uni Eropa yang terlibat telah mengalami lonjakan popularitas sejak krisis dimulai, tetapi sekarang menghadapi kesulitan mengelola pelonggaran lockdown tanpa kesiapan vaksin.

Baik China maupun Amerika Serikat tidak hadir pada KTT virtual yang diadakan pekan lalu, pada 24 April, ketika konsepnya diluncurkan pada saat bersamaan.

Melalui inisiasi ini, para pemimpin tersebut diperkirakan untuk mengikuti model Aliansi Vaksin dan Imunisasi Global (Gavi), yang telah bekerja sama dengan perusahaan pengembang vaksin selama 20 tahun terakhir.

Kerja sama ini dilakukan untuk menurunkan harga vaksin dengan menjamin pasar jangka panjang dan volume produksi yang besar. Hingga saat ini Gavi telah membantu mendanai imunisasi 20 juta anak di seluruh dunia.

Dana yang terkumpul akan dialokasikan pada lima atau enam penelitian vaksin sebelum bergerak ke arah manufaktur massal dari dua hasil penelitian yang paling menjanjikan.

WHO memperkirakan sebanyak 89 vaksin sedang dikembangkan secara global, termasuk 7 yang sedang dalam proses evaluasi klinis dan beberapa terapi dalam uji klinis.

Untuk mempercepat proses, kelompok ini juga berencana untuk mensubsidi pembuatan obat sebelum uji klinis akhir selesai. Dana akhir yang dibutuhkan dapat mencapai USD40 miliar.

Pernyataan bersama pra-KTT para pemimpin dunia itu mengatakan tujuannya adalah guna menyatukan pikiran-pikiran terbaik di dunia dalam menemukan vaksin, perawatan dan terapi yang kita butuhkan untuk membuat dunia kita sehat kembali.

“Sambil memperkuat sistem kesehatan agar tersedia untuk semua, dengan perhatian khusus ke Afrika,” tulis pernyataan itu.

Sementara itu, dewan pandemi global, yang beroperasi secara independen, tetapi dalam kemitraan dengan Organisasi Kesehatan Dunia, akan mendapat dukungan dari negara-negara G20.

Subkelompok terpisah akan dibentuk untuk mengoordinasikan persiapan vaksin, terapi dan diagnostik. Sir Andrew Whitty, mantan kepala eksekutif GlaxoSmithKline, telah setuju untuk menjadi utusan khusus untuk grup tersebut. (ATN)

Tags: G20Global AllianceGlobal Solidarity to Fight COVID-19Vaksin CoronaVaksin Covid-19WHO
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.