• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Tuesday, July 14, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Antam Fokus Hilirisasi Nikel pada 2020

by Redaksi Asiatoday
December 20, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Antam Fokus Hilirisasi Nikel pada 2020

ASIATODAY.ID, JAKARTA – PT Antam Tbk akan fokus ke hilirisasi pada 2020 di saat larangan ekspor ore nikel mulai diberlakukan.

“2020 merupakan tahun yang menantang bagi Antam mengingat pada awal 2020 kami tidak boleh lagi mengekspor bijih nikel dan itu merupakan tantangan bagi kami,” terang Direktur Niaga Antam Aprilandi Hidayat Setia di Jakarta, Kamis (19/12/2019).

Menurut Aprilandi, program hilirisasi sudah ditetapkan menjadi target Antam ke depan.

RelatedPosts

Freeport’s Grasberg Recovery: 21 Tonnes of Gold Target in 2026

Japan’s Takeda Places US$30 Million Bet on Indonesia’s Biopharma Ambition

ASEAN’s Chip Race: Indonesia and Malaysia Forge New Semiconductor Alliance

“Dengan kondisi yang menantang tersebut maka jelas perusahaan harus menyiapkan strategi yang memang bisa menggantikan kegiatan ekspor sebelumnya,” katanya.

Dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan atau RJPP Antam juga sudah ada beberapa yang telah dilakukan saat ini seperti hilirisasi biji nikel di pabrik.

Sebelumnya Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan kesepakatan menyetop ekspor biji nikel per 1 Januari 2020, muncul setelah berunding dengan 47 perusahaan yang terdiri atas pengusaha smelter dan penambang nikel.

Salah satunya, harga nikel yang harus mengikuti harga internasional yaitu kurang lebih 30 dolar AS per metrik ton free on board (FOB). Harga tersebut merupakan harga untuk kadar di bawah 1,7 persen dipotong biaya ekspor dan pengapalan.

Ketua Indonesia Mining Institute (IMI) Irwandy Arif menilai Langkah Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bersama pengusaha dan penambang membuat kesepakatan untuk menyetop ekspor nikel mulai 1 Januari 2020 sebagai hal yang positif.

Nikel, lanjut pakar pertambangan ITB itu, merupakan cadangan strategis yang dimiliki Indonesia dan memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk hilir seperti baterai EV untuk mobil listrik yang akan menjadi transportasi masa depan. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Hilirisasi TambangLarangan Ekspor NikelMinerbaPT Antam
No Result
View All Result

Terbaru

  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • Freeport’s Grasberg Recovery: 21 Tonnes of Gold Target in 2026
  • Japan’s Takeda Places US$30 Million Bet on Indonesia’s Biopharma Ambition
  • ASEAN’s Chip Race: Indonesia and Malaysia Forge New Semiconductor Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.