• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Monday, June 29, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Arab Saudi dan Rusia Sepakat Perpanjang Pengurangan Produksi Minyak

by Redaksi Asiatoday
June 5, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
OPEC Sepakat Pangkas Produksi Global 10 Persen

Markas OPEC. Ist

ASIATODAY.ID, DUBAI – Arab Saudi dan Rusia mencapai kesepakatan untuk memperpanjang pengurangan produksi minyak dan meminta produsen lain untuk mempertahankan janji mereka.

Menjelang pertemuan OPEC +, dua produsen terbesar di aliansi mengatakan kepada negara anggota untuk mematuhi pedoman produksi yang disepakati atau berisiko kembali ke kekacauan pasar April, ketika beberapa harga minyak mencapai titik terendah sepanjang masa.

Seorang pejabat di satu delegasi OPEC mengatakan, ada perjanjian antara Arab Saudi dan Rusia memperpanjang kesepakatan pengurangan 9,7 juta barel bersejarah selama setidaknya satu bulan.

RelatedPosts

Indonesia Advances Coal Downstream Strategy with Activated Carbon Pilot Plant

Southeast Sulawesi Recognizes Five Nickel Mining Companies for Outstanding Regional Tax Compliance

Nickel Changed the World: How Indonesia Became the New King of Critical Minerals

“Tidak ada perselisihan antara Arab Saudi dan Rusia dalam hal ini,” kata pejabat itu.

“Mereka berpegang teguh pada aturan, dan mereka ingin menekan agar semua anggota OPEC melakukan hal yang sama,” lanjutnya dilansir Arab News, Jumat (5/6/2020).

Sebagian besar negara-negara OPEC + diyakini bersedia bertahan dengan pemotongan April untuk periode yang panjang. Nigeria dan Irak sedang mempertimbangkan proposal untuk kepatuhan yang lebih kuat.

Pertemuan virtual OPEC + masih dapat berlangsung dalam waktu singkat, atau dapat berlangsung pada 9 Juni sebagaimana dijadwalkan semula. Arab Saudi memangkas 1 juta barel secara sukarela, yang dapat dipulihkan pada akhir bulan ini.

Harga minyak mentah, yang mencapai USD40 per barel untuk Brent pekan ini sebagian karena harapan bahwa pemotongan akan diperpanjang, mencerminkan ketidakpastian akhir, dan merosot kembali menjadi lebih dari USD39.

Pakar minyak tidak berharap negosiasi kepatuhan akan menggagalkan kesepakatan OPEC + jangka panjang. “Kepatuhan selalu menjadi masalah, tetapi semua akan ingin menghindari ketidakstabilan,” kata Kepala Eksekutif konsultasi Qamar Energy, Robin Mills.

“Ini adalah pencapaian yang cukup untuk mendapatkan USD40 dari tempat mereka beberapa minggu yang lalu,” sambungnya. (ATN)

Tags: Arab SaudiOPECRusia
No Result
View All Result

Terbaru

  • World Bank: US$12 Billion a Year Could Create 5 Million Jobs in MENA
  • Indonesia Charges 35 Indians Over Alleged Dubai-Linked Gambling Ring
  • China Escalates Trade War, Blacklists 20 Japanese Companies in Major Export Crackdown
  • Indonesia Slashes Industrial LNG Prices by 37% to Shield Manufacturers and Protect Jobs
  • Asia Drives Global Growth, Holds US$7 Trillion in FX Reserves
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.