• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Arab Saudi Kirim 120 Ton Bantuan ke Lebanon

by Redaksi Asiatoday
August 10, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Arab Saudi Kirim 120 Ton Bantuan ke Lebanon

Pesawat pengangkut bantuan dari Arab Saudi saat tiba di Lebanon. Ist

ASIATODAY.ID, BEIRUT – Arab Saudi mengirimkan 120 ton bantuan darurat ke Beirut, Lebanon.

Menurut laporan kantor berita Saudi Press Agency (SPA), yang dikutip Senin (10/8/2020), bantuan darurat meliputi pasokan medis, peralatan perlindungan, dan makanan serta minuman.

Ketibaan pesawat ini merupakan bagian dari inisiatif Saudi dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Lebanon, usai ledakan dahsyat di Beirut pada 4 Agustus menewaskan lebih dari 150 orang dan melukai 5.000 lainnya.

RelatedPosts

Chinese-Backed Nickel Smelter GNI Enters Court-Supervised Debt Restructuring in Indonesia

Indonesia Challenges Singapore and Dubai as It Unveils Ambitious Global Financial Center Strategy

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Pasokan bantuan yang dikirim melalui Pusat Bantuan Kemanusiaan Raja Salman (KSrelief) ini diterima Menteri Dalam Negeri Lebanon Mohammed Fahmi, Duta Besar Saudi Walid bin Abdullah Bukhari, dan juga tim KSrelief di Bandara Internasional Beirut.

“Tim KSrelief akan menindaklanjuti dan mengawasi distribusi bantuan untuk memastikan semua tersalurkan ke orang yang membutuhkan,” tulis laporan SPA.

Jumat kemarin, dua pesawat bantuan bertolak dari Saudi dengan membawa obat-obatan, perangkat medis, peralatan perlindungan, dan makanan serta minuman.

Sejumlah pesawat bantuan dari Saudi dijadwalkan tiba di Lebanon dalam beberapa hari ke depan.

Penyebab ledakan di Beirut masih diselidiki. Namun investigasi awal mengindikasikan ledakan berasal dari 2.750 ton amonium nitrat yang tersimpan di sebuah gudang dekat Pelabuhan Beirut.

Presiden Michel Aoun menolak seruan investigasi internasional atas ledakan di Beirut. Ia menilai seruan tersebut merupakan upaya pihak tertentu dalam “mengaburkan kebenaran.”

Aoun mengatakan ada dua skenario dalam ledakan Beirut, yakni kemungkinan terjadinya “kelalaian” atau adanya “intervensi eksternal” yang melibatkan “misil atau bom.” (ATN)

Tags: Arab SaudiBeirutLebanonPrayForLebanon
No Result
View All Result

Terbaru

  • Global Investors Double Down on Indonesia’s Nickel Boom With $169 Million HPAL Deal
  • Vietnam Overtakes Thailand? Southeast Asia’s Tourism Powerhouse Is Shifting
  • ASEAN, Australia Deepen Strategic Partnership with High-Level Dialogue on Indo-Pacific Future
  • Chinese-Backed Nickel Smelter GNI Enters Court-Supervised Debt Restructuring in Indonesia
  • Indonesia Accelerates US$20 Billion Masela Gas Project to Reinforce Energy Security Amid Global Turmoil
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.