• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Arab Saudi Segera Cabut Larangan Umrah

by Redaksi Asiatoday
September 22, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Arab Saudi Perpanjang Masa Penangguhan Ibadah Umrah

Kompleks Ka'bah, di Mekkah Almuqaromah, Arab Saudi. Foto : harameyntr

ASIATODAY.ID, RIYADH – Kerajaan Arab Saudi mengumumkan akan segera mencabut larangan sementara ibadah umrah dan kunjungan ke tempat-tempat suci secara bertahap, setelah ditutup sejak Maret karena pandemi Covid-19.

“Penangguhan sementara umrah dan kunjungan ke dua masjid suci akan dicabut secara bertahap,” kata Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Mohammed Saleh Benten. 

“Pelaksanaan umrah secara bertahap dan kunjungan ke situs-situs suci akan bergantung pada solusi teknis yang memungkinkan perusahaan penyedia layanan umrah untuk lebih meningkatkan layanan mereka serta mempromosikan diri mereka secara lokal dan global,” jelasnya saat berbicara di forum virtual kedua yang bertujuan untuk memperkaya pengalaman jamaah umrah, seperti dikutip dari Gulf News, Selasa (22/9/2020).

RelatedPosts

Indonesia Challenges Singapore and Dubai as It Unveils Ambitious Global Financial Center Strategy

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Dikatakan, akan ada lebih dari 30 perusahaan lokal dan internasional yang dapat menangani penyediaan layanan jamaah melalui jalur elektronik yang memungkinkan penyedia layanan umrah melakukan tindak lanjut yang diperlukan saat melayani jamaah.

Menurut Saleh, penggabungan perusahaan umrah akan membuat mereka lebih kuat dan lebih mampu memberikan layanan berkualitas tinggi untuk sekitar 16 juta jamaah umrah dalam dan luar negeri setiap tahun.

Kartu pintar baru akan dikeluarkan untuk perusahaan-perusahaan tersebut selama masa transisi mereka dan kartu ini akan digunakan pertama kali untuk melayani pengunjung Masjid Nabawi dari dalam Kerajaan dan luar negeri.

“Kami bercita-cita melayani 30 juta jamaah setiap tahun pada tahun 2030,” imbuhnya.

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Abdul Fattah Mashat, mengatakan merger dan akuisisi di sektor umrah akan secara signifikan mengurangi biaya operasional dan berkontribusi pada peningkatan efisiensi operasional dan diversifikasi layanan karena peningkatan aset dan kemampuan keuangan.

“Sistem haji dan umrah tidak terbatas pada layanan dasar yang diberikan kepada jamaah, karena terdapat paket lengkap dan beragam layanan yang dapat disediakan oleh sektor swasta, seperti layanan dukungan dan logistik, yang akan memiliki peran besar dalam mencapai tujuan Visi 2030,” paparnya. (ATN)

Tags: Arab SaudiUmrah
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Challenges Singapore and Dubai as It Unveils Ambitious Global Financial Center Strategy
  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.