ASIATODAY.ID, RIYADH – Pemerintah Arab Saudi pada Kamis (2/4/2020) menerapkan larangan keluar rumah bagi setiap orang selama 24 jam di dua kota suci, Makkah dan Madinah.
Langkah ini sebagai perluasan upaya membendung penyebaran wabah coronavirus (Covid-19) di negeri itu.
Melansir Reuters, Kementerian Dalam Negeri Saudi menetapkan pengecualian bagi para pekerja di bidang yang vital, serta mengizinkan warga keluar untuk membeli makanan dan mengakses perawatan medis. Mobil-mobil hanya diizinkan untuk membawa satu penumpang.
Arab Saudi telah mencatat 1.885 infeksi dan 21 kematian, terbanyak diantara negara-negara Dewan Kerjasama Teluk (GCC). Kerajaan itu telah menghentikan penerbangan internasional, menghentikan penyelengaraan ziarah sepanjang tahun, menutup sebagian besar tempat-tempat umum, dan membatasi pergerakan di dalam negeri.
Riyadh juga telah memberlakukan penguncian selama empat pekan di Provinsi Qatif, di mana kasus virus corona pertama di kerajaan itu dilaporkan.
Lalu lintas masuk dan keluar di Riyadh, Makkah, Madinah, dan Jeddah dibatasi. Beberapa lingkungan di Mekah dan Madinah sudah dikunci penuh, tetapi di kota-kota lain jam malam itu sebelumnya diberlakukan dari jam 3 sore sampai 6 pagi.
Pada Rabu, Pemerintah Arab Saudi mengatakan bahwa pihaknya berupaya untuk memungkinkan warga asing untuk kembali ke negara asal mereka bahkan ketika penerbangan penumpang masih dihentikan. (ATN)
,’;\;\’\’
