• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Arah Baru Relasi China dan Thailand

by Redaksi Asiatoday
November 22, 2022
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Arah Baru Relasi China dan Thailand 1

Presiden China, Xi Jinping saat bertemu dengan Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha, Sabtu lalu, di Bangkok, Thailand. Ist

ASIATODAY.ID, BEIJING – Presiden China, Xi Jinping mengungkapkan, hubungan China dan Thailand terjalin erat seperti satu keluarga.

Xi Jinping mengungkapkan hal itu saat bertemu dengan Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha, Sabtu lalu, di Bangkok, Thailand.

Memperingati 10 tahun Kemitraan Strategis dan Komprehensif China-Thailand, Xi menilai, hubungan persahabatan kedua negara terus berkembang, serta kerja sama strategis dan komprehensif kedua negara semakin erat, serta hubungan bilateral pun memasuki babak perkembangan baru.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Berada di titik awal bersejarah yang baru, China ingin menambahkan makna baru dalam hubungan persahabatan tersebut, membuka babak baru dalam hubungan bilateral, serta menghadirkan manfaat yang semakin banyak bagi rakyat, seperti disampaikan Xi.

Masyarakat China-Thailand yang lebih stabil, sejahtera, dan berkelanjutan dengan masa depan bersama, menjadi arah baru dalam hubungan tersebut, menurut Xi. Kedua negara juga tengah bersiap merayakan 50 tahun hubungan diplomatik China-Thailand pada 2025.

Lebih stabil

Upaya meningkatkan sikap saling percaya dan dukungan politik ikut membangun masyarakat China-Thailand yang lebih stabil, serta memiliki masa depan bersama.

Mengenai isu-isu penting yang terkait dengan prinsip kedaulatan negara, unifikasi dan integritas teritorial, kedua negara mempertegas komitmen untuk meningkatkan sikap saling percaya, saling memahami dan membantu, seperti tercantum dalam pernyataan bersama yang dirilis Sabtu lalu.

Pihak China menghormati kemerdekaan, kedaulatan, dan integritas teritorial Thailand. Sementara, pihak Thailand pun berpegang pada Kebijakan Satu China, serta mengakui status Taiwan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari China, dan posisi Republik Rakyat China sebagai satu-satunya pemerintah yang sah dan mewakili seluruh China. Thailand juga mendukung penerapan prinsip China, “Satu Negara, Dua Sistem”.

Memiliki kepentingan bersama yang luas dalam banyak aspek perdamaian dan stabilitas regional dan dunia, China dan Thailand akan menjajaki kerja sama dalam kerangka Global Security Initiative, serta menjaga komunikasi dan koordinasi dalam mengatasi berbagai tantangan keamanan tradisional dan nontradisional, seperti terorisme, perubahan iklim, dan keamanan siber, seperti terungkap dalam pernyataan bersama tersebut.

Lebih sejahtera

Ketika bertemu dengan Prayut, Xi berkata, kedua pihak ingin menjalin sinergi yang lebih kuat antara strategi pembangunan kedua negara, serta meningkatkan kerja sama Belt and Road yang bermutu tinggi untuk membuat pencapaian baru.

Kedua negara juga harus mempererat kerja sama dalam bidang-bidang tradisional, seperti investasi, perdagangan, pariwisata, infrastruktur dan kawasan industri.

Di saat bersamaan, kedua negara mengembangkan bidang pertumbuhan baru, serta menggerakkan kemajuan dalam bidang kerja sama baru, seperti ekonomi digital, kendaraan energi baru, serta inovasi teknologi, menurut Xi.

“Kita harus mempercepat kerja sama kereta tripartit antara China-Thailand-Laos, memajukan Prospek Koridor Pembangunan Konektivitas China-Thailand-Laos, serta memperkokoh konektivitas infrastruktur fisik sebagai fokus utama,” kata Xi.

Dia turut menambahkan, kedua negara harus meningkatkan konektivitas kelembagaan dalam bidang logistik dan kepabeanan, serta meningkatkan ekspor komoditas pertanian Thailand yang bermutu tinggi, serta produk turunan ke China.

China siap bekerja sama dengan Thailand dan pihak-pihak lain dalam Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) demi tahap implementasi yang bermutu tinggi. Dengan demikian, perjanjian kawasan perdagangan bebas terbesar di dunia ini mendatangkan berbagai manfaat, seperti disampaikan Xi.

Lebih berkelanjutan

Memperkaya aspek pertukaran antarwarga dan budaya di tengah masyarakat China-Thailand yang memiliki masa depan bersama, menjadi unsur yang membuat hubungan bilateral ini lebih berkelanjutan.

“Kita harus memperkuat kerja sama dalam bidang pendidikan, kesehatan, pengentasan kemiskinan, dan sektor lain yang berpengaruh pada mata pencaharian masyarakat, berbagi pengalaman tentang program pengentasan kemiskinan dan pembangunan lewat beragam cara, memperluas dan menggencarkan kerja sama dalam pengentasan kemiskinan di kedua negara, serta melakukan hal-hal yang lebih nyata dalam kesejahteraan rakyat dan komunitas,” jelas Xi.

Menurut Xi, kedua negara juga harus mempererat pertukaran pemuda, semakin mendekatkan rakyat di kedua negara, dan hubungan persahabatan.

Menyadari pentingnya perluasan kerja sama di bidang-bidang yang mendukung pembangunan, seperti ekonomi digital, energi bersih, dan rantai pasok, kedua pihak sepakat untuk meningkatkan investasi di industri teknologi canggih, seperti ekonomi hijau dan kecerdasan buatan guna merealisasikan pembangunan bermutu tinggi.

Thailand ingin menyambut wisatawan asal China setelah kebijakan pembatasan perjalanan diperlonggar di China, serta mengapresiasi langkah China yang mengizinkan kembalinya mahasiswa asal Thailand secara bertahap ke China untuk melanjutkan studi, seperti terungkap dalam pernyataan tersebut.

Kedua pihak akan bekerja sama merevitalisasi pariwisata bermutu tinggi dan menggencarkan kerja sama dalam bidang pendidikan, kebudayaan, media dan informasi, serta kota kembar (sister city) sesuai dengan prinsip kesetaraan, saling menguntungkan, dan keberlanjutan, menurut pernyataan tersebut. (CGTN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Belt and Road InitiativeIndo Pasifik
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.