• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

AS Bertekad Lindungi Filipina dan Taiwan dari Invasi China

by Redaksi Asiatoday
April 10, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
AS Bertekad Lindungi Filipina dan Taiwan dari Invasi China

Wilayah Whitsun Reef, sekitar 320 kilometer sebelah barat Pulau Palawan di Laut China Selatan. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Amerika Serikat (AS) kembali menegaskan sikapnya akan melindungi Filipina dan Taiwan dari Invasi China.

AS pun memperingatkan China atas apa yang dilakukan terhadap Filipina dan Taiwan sebagai langkah yang semakin agresif. AS mengingatkan Beijing bahwa Washington memiliki kewajiban untuk membantu mitranya.

“Serangan bersenjata terhadap angkatan bersenjata Filipina, kapal umum atau pesawat terbang di Pasifik, termasuk di Laut China Selatan, akan memicu kewajiban kami melindunginya berdasarkan Perjanjian Pertahanan Bersama AS-Filipina,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price kepada wartawan seperti dikutip dari CNA Sabtu (10/4/2021).

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Price menegaskan bahwa AS memiliki keprihatinan yang sama dengan sekutu Filipina mengenai laporan yang terus berlanjut dari milisi maritim China di dekat Whitsun Reef.

Lebih dari 200 kapal China sebelumnya terlihat pada 7 Maret di Whitsun Reef, sekitar 320 kilometer sebelah barat Pulau Palawan di Laut China Selatan yang masih dalam sengketa. Kapal-kapal itu juga banyak tersebar di wilayah Kepulauan Spratly. China, yang mengklaim hampir seluruh laut yang kaya sumber daya itu, menolak permohonan Filipina untuk menarik kapal, yang menurut Manila memasuki zona ekonomi eksklusifnya secara tidak sah.

Sementara itu, Ketegangan juga meningkat dengan Taiwan, yang diklaim Beijing sebagai bagian dari China. Taiwan melaporkan bahwa sedikitnya 15 pesawat menyeberang ke zona pertahanan udara pulau itu.

Dalam perkembangan lain, China memprotes transit kapal perusak AS melalui Selat Taiwan di tengah meningkatnya aktivitas angkatan laut di wilayah tersebut. China melacak dan memantau kapal induk USS John S McCain sepanjang perjalanannya pada hari Rabu, kata Zhang Chunhui, juru bicara komando wilayah timu China dalam sebuah pernyataan.

“Langkah AS mengirimkan ‘sinyal yang salah kepada pemerintah Taiwan dan dengan sengaja mengganggu situasi regional dengan membahayakan perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan,” katanya.

China mengancam akan menginvasi Taiwan untuk menegaskan klaimnya atas pulau yang mendapat dukungan kuat dari AS. (ATN)

Tags: Indo PasifikLaut China Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.