• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

AS Impor Besar-besaran Minyak Mentah dari Rusia

by Redaksi Asiatoday
April 4, 2022
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
AS Impor Besar-besaran Minyak Mentah dari Rusia 1

Fasilitas Nord Stream 2 milik Rusia. Foto: fundscene

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Gelombang sanksi Amerika Serikat (AS) dan negara-negara barat terhadap Rusia hanyalah gimmick.

Pasalnya, AS secara diam-diam telah meningkatkan pasokan minyak mentah dari Rusia sebesar 43 persen atau sebanyak 100.000 barel per hari selama seminggu terakhir. Hal ini terungkap dari Wakil Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Mikhail Popov dalam wawancara dengan harian lokal Rusia, Komsomolskaya Pravda, seperti dilansir oleh Telesurenglish dan ANI news.

“AS memaksa Eropa untuk menjatuhkan sanksi terhadap Rusia, sementara mereka sendiri tidak hanya terus mengimpor minyak dari Rusia tetapi juga meningkatkan volume pasokan emas hitam (batubara) sebesar 43 persen selama seminggu terakhir, menjadi 100.000 barel per hari!” kata Popov.

RelatedPosts

AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026

Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth

Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test

Menurut wakil sekretaris Dewan Keamanan, Eropa seharusnya mengharapkan kejutan serupa dari AS. Dia juga menekankan bahwa Washington tidak mengizinkan orang Eropa untuk mengambil tindakan serupa untuk saat ini.

“Selain itu, Washington mengizinkan perusahaannya untuk mengekspor pupuk mineral dari Rusia, mengakui mereka sebagai barang penting,” tambah Popov dikutip dari Telesurenglish.

Adapun, sejumlah negara mulai memperketat sanksi terhadap Rusia setelah Putin mengakui Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk sebagai negara berdaulat pada 21 Februari 2022. Tiga hari kemudian, dia meluncurkan operasi militer khusus di Ukraina, mengklaim bahwa kedua republik meminta bantuan dalam menghadapi agresi Kiev.

Amerika Serikat dan Eropa mengutuk tindakan Rusia di Ukraina dan mengaktifkan beberapa sanksi individu dan sektoral yang bertujuan menimbulkan kerusakan paling signifikan bagi ekonomi Rusia. Langah sanksi ini dilakukan dalam upaya menekan Moskow untuk menarik pasukannya dari wilayah Ukraina. (ATN)

Tags: Amerika SerikatMinyak MentahRusia
No Result
View All Result

Terbaru

  • AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026
  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order
  • Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.