• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

AS Terlibat Pencarian 9 ABK Indonesia di Kapal Taiwan yang Hilang di Pasifik

by Redaksi Asiatoday
January 15, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
AS Terlibat Pencarian 9 ABK Indonesia di Kapal Taiwan yang Hilang di Pasifik

AS Kerahkan US Coast Guard cari 9 ABK Indonesia di Kapal Taiwan yang Hilang di Pasifik. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyatakan 9 warga Indonesia Anak Buah Kapal (ABK) Taiwan masih hilang di perairan Samudera Pasifik.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI, Judha Nugraha, mengatakan Amerika Serikat (AS) termasuk US Coast Guard, telah membantu pencarian.

Menurut Judha, per 11 Januari, AS telah melakukan 27 penerbangan SAR untuk mencari sembilan WNI ABK dan sang kapten yang merupakan warga Taiwan.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Total jam terbang pencarian ABK dimaksud mencapai sekitar 260 jam. Area pencarian telah menjangkau seluas 39.943 square nautical miles,” kata Judha dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (15/1/2021).

Judha mengungkapkan, US Coast Guard mengerahkan beberapa pesawat Hercules C-130, sementara Angkatan Laut AS mengirim pesawat Poseidon-8 untuk melakukan pencarian.

“AS juga mengerahkan 3 unit AMVER Vessel/Rescue serta 4 kapal ikan milik Taipei,” ujar Judha.

Kapal penangkap ikan tuna Taiwan, Yong Yu Sing Nomor 18 dinyatakan hilang pada 1 Januari lalu, setelah hilang kontak pada 30 Desember 2020.

Meski kapal tersebut sudah ditemukan, namun kapten kapal bermarga Li dan 9 ABK asal Indonesia hingga kini belum ditemukan.

Proses pencarian 10 orang tersebut mengalami kendala akibat cuaca buruk.

“Jika cuaca memungkinkan pencarian akan dilakukan dengan jumlah kapal lebih besar. Namun jika cuaca memburuk, SAR akan dihentikan sementara, menunggu situasi cuaca yang lebih kondusif,” ujar Judha.

Judha memaparkan KBRI Washington D.C dan KJRI Los Angeles terus berkoordinasi dengan otoritas AS, termasuk dengan US Coast Guard dan Kantor Gubernur Hawaii. (ATN)

Tags: ABK IndonesiaTaiwan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.