• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, July 17, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

AS Klaim China Wanprestasi US$200 Miliar atas Kesepakatan Dagang

by Redaksi Asiatoday
October 2, 2021
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Di Forum DK PBB, AS dan China Terlibat Konfrontasi Soal Laut China Selatan

Amerika Serikat (AS) dan China. Dok

ASIATODAY.ID, WASHINGTON – Kesepakatan Dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China pada periode Donald Trump menyisakan persoalan besar. Pasalnya, AS mengklaim China melakukan wanprestasi senilai US$200 Miliar.

Perwakilan Kementerian Perdagangan AS Katherine Tai, disebut akan mengungkap hal itu dalam negosiasi dengan China, pada hari Senin (4/10/2021) mendatang. Demikian dilaporkan CNBC mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, Jumat (1/10/2021).

Dalam kesepakatan dagang dengan AS, China seharusnya menambah impor barang senilai US$ 200 miliar dalam periode 2 tahun, tetapi China gagal menghormati kesepakatan tersebut.

RelatedPosts

Indonesia’s Gold Ambition: Building a Global Bullion Ecosystem Beyond Mining

AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026

Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth

Sumber tersebut juga mengatakan bahwa Kementerian Perdagangan AS tengah mengevaluasi sanksi atas ketidakpatuhan China, di antaranya tambahan tarif.

Pidato Tai Senin depan bertepatan dengan dimulainya periode tiga bulan terakhir perjanjian dagang AS-China yang ditandatangani eks Presiden AS Donald Trump pada 2019. Dalam kesepakatan, China diminta menambah impor barang dan jasa dari AS antara 1 Januari 2020 sampai 31 Desember 2021 untuk menyeimbangkan neraca dagang AS-China.

Menurut Chad Bown, peneliti dari Peterson Institute for International Economic di Washington, impor China dari AS hingga Agustus lalu baru mencapai 62% dari target US$ 200 miliar. (ATN)

Tags: Perang Dagang Amerika-ChinaTrade War
No Result
View All Result

Terbaru

  • Wempi Saputra Appointed ADB Vice-President
  • Indonesia’s Gold Ambition: Building a Global Bullion Ecosystem Beyond Mining
  • Indonesia Joins Global AI Alliance
  • Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network
  • OPEC+ Builds New Energy Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.