• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

AS Minta Filipina Mewaspadai Ancaman Invasi China yang Kian Meningkat

by Redaksi Asiatoday
April 12, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
AS Minta Filipina Mewaspadai Ancaman Invasi China yang Kian Meningkat

Kapal-kapal China di wilayah Whitsun Reef, sekitar 320 kilometer sebelah barat Pulau Palawan di Laut China Selatan. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Amerika Serikat (AS) mendorong Filipina untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman China di Laut China Selatan.

Agresifitas China kian meningkat setelah kapal bersenjata negeri tirai bambu itu mengejar kapal sipil Filipina dan kemunculan kapal ikan China di perairan Whitsun Reef.

Menteri Pertahanan AS Lloyd J. Austin mengungkapkan hal itu kepada Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana saat berbicara lewat sambungan telepon.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Dilansir dari Bloomberg pada Minggu (12/4/2021), Austin mengusulkan beberapa langkah untuk memperdalam kerja sama pertahanan antara kedua negara, termasuk meningkatkan kesadaran dari ancaman di Laut China Selatan, menurut pembacaan resmi AS.

Kedua pejabat berjanji untuk tetap berhubungan dekat. Panggilan telepon itu dilakukan setelah laporan bahwa kapal angkatan laut China bersenjata mengejar kapal sipil yang membawa awak media Filipina pekan lalu. Namun, China mengatakan tindakan tersebut normal dan sah, serta menyebut pemerintahnya menjaga komunikasi yang erat dengan Filipina.

Filipina mengecam hal tersebut dan tengah melakukan investigasi. Penyiar lokal ABS-CBN mengatakan Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat mengerahkan dua kapal yang membawa rudal untuk mengusir kapal Filipina saat melakukan perjalanan melintasi terumbu karang dan beting dekat dengan provinsi pulau Palawan di Filipina barat.

Laporan itu menambahkan bahwa itu adalah kejadian pertama antara manuver militer terhadap kapal sipil. Sebelumnya, pembahasan yang sama juga dilakukan antara Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin. AS khawatir tentang kemunculan milisi maritim China di perairan sengketa, termasuk Whitsun Reef.

Ketegangan antara China dan Filipina meningkat dimulai ketika ratusan kapal ikan China terlihat di Whitsun Reef sehingga memicu protes dari Manila. AS menyebutnya sebagai tindakan yang mengintimidasi, memprovokasi, dan mengancam negara lain. Sementara China berkilah mengatakan bahwa kapal-kapal itu hanya berlindung dari angin dan meminta Filipina melihat situasi secara rasional. (ATN)

Tags: Indo PasifikLaut China Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.