• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

AS: Relasi dengan Asia Jadi Penghalang Hadapi China

by Redaksi Asiatoday
March 15, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Pertama Kali, Warga Afro-Amerika Ditunjuk Pimpin Pentagon

Lloyd Austin. Dok Potus

ASIATODAY.ID, HONOLULU – Amerika Serikat (AS) menganggap relasi dengan Asia menjadi penghalang untuk menghadapi China.

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengungkapkan hal itu saat kunjungan pertamanya di Hawaii sebagai kepala Pentagon, Sabtu (13/3/2021).

Dikutip dari AFP, Senin (15/3/2021), Lloyd Austin memulai kunjungan di Hawaii, pusat komando militer Amerika untuk wilayah Indo-Pasifik. Dia melakukan perjalanan ke Asia untuk meningkatkan kerja sama militer dengan sekutu Amerika dan mendorong “pencegahan yang kredibel” terhadap China.

RelatedPosts

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed

Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls

“Ini semua tentang aliansi dan kemitraan,” katanya kepada wartawan dalam perjalanan itu yang akan mencakup pertemuan dengan sekutu utama di Tokyo, New Delhi dan Seoul.

“Ini juga tentang meningkatkan kemampuan,” tambahnya, mengingat bahwa sementara Amerika Serikat berfokus pada perjuangan anti-jihadis di Timur Tengah, China sedang memodernisasi tentaranya dengan kecepatan tinggi.

“Keunggulan kompetitif yang kami miliki telah terkikis. Kami masih mempertahankan keunggulan itu. Kami akan meningkatkan keunggulan itu ke depan,” katanya.

Lloyd menegaskan tujuan pemerintah Presiden Joe Biden adalah untuk memastikan bahwa AS memiliki kemampuan dan rencana operasional. AS dapat menawarkan pencegahan yang kredibel ke China atau siapa pun yang ingin melawan AS.

Lloyd akan bergabung di Tokyo dan Seoul dengan Menteri Luar Negeri Antony Blinken.

“Salah satu hal yang ingin saya dan Menteri Luar Negeri lakukan adalah mulai memperkuat aliansi itu. Ini akan lebih tentang mendengarkan dan belajar, mendapatkan sudut pandang mereka,” katanya.

Tur para kepala diplomasi dan pertahanan AS di Asia ini mengikuti pertemuan puncak “Quad” yang belum pernah terjadi sebelumnya, sebuah aliansi informal yang lahir pada tahun 2000-an untuk mengimbangi kebangkitan China.

Blinken akan bergabung dengan penasihat keamanan nasional Presiden Joe Biden, Jake Sullivan, di Anchorage pada 18 Maret bersama Menlu China Wang Yi dan Yang Jiechi. (ATN)

Tags: Indo PasifikQuad
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.