• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Forum

ASEAN Indo-Pacific Forum Jembatani Koneksi Sektor Swasta dan Publik di Kawasan

by Redaksi Asiatoday
September 5, 2023
in Forum
Reading Time: 2 mins read
A A
0
ASEAN Indo-Pacific Forum Jembatani Koneksi Sektor Swasta dan Publik di Kawasan

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia, Erick Thohir saat berbicara dalam pembukaan ASEAN Indo-Pacific Forum (AIPF) pada Selasa (05/09/2023) dan akan berlangsung hingga 6 September 2023, di Hotel Mulia, Jakarta. Foto tangkapan layar

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Salah satu yang menjadi unggulan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 ASEAN adalah Forum ASEAN Indo-Pasifik atau ASEAN Indo-Pacific Forum (AIPF).

AIPF perdana yang mengusung tema “Implementasi ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP)” ini dibuka oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pada Selasa (05/09/2023) dan akan berlangsung hingga 6 September 2023, di Hotel Mulia, Jakarta.

“Kita berkumpul di sini untuk membangun masa depan kita yang lebih terkoneksi, lebih makmur, dan lebih berkelanjutan untuk kawasan ASEAN dan Indo-Pasifik,” kata Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia, Erick Thohir dalam pembukaan forum ini.

RelatedPosts

Indonesia Unveils 30 Million Carbon Credits in Bid to Become Global Carbon Market Powerhouse

Indonesia Tells Global Leaders: Net Zero Means Nothing Without Nature

Indonesia Bets on AI to Fix Healthcare Gaps, But Risks Leaving Vulnerable Workers Behind

AIPF bertujuan untuk menghubungkan sektor swasta dan publik di kawasan ASEAN dan Indo-Pasifik untuk kerja sama yang lebih kuat. Forum ini akan menjadi platform bagi negara-negara anggota ASEAN dan mitra untuk terlibat dalam diskusi konstruktif yang menghasilkan proyek-proyek nyata yang pada akhirnya meningkatkan kolaborasi di kawasan Indo-Pasifik.

“Akan ada leaders’ talk, diskusi panel, dan business matching yang difokuskan pada tiga area utama, yaitu infrastruktur hijau dan rantai pasok yang tangguh, pembayaran berkelanjutan yang inovatif, serta transformasi digital inklusif dan ekonomi kreatif,” kata Erick.

Lebih lanjut Menteri BUMN mengatakan, dalam menghadapi tantangan global yang semakin komplek pemerintah Indonesia melalui BUMN aktif berkolaborasi dengan mitra global di berbagai sektor.

“Contohnya, dengan membentuk aliansi strategis untuk membangun ekosistem kendaraan listrik, bekerja sama dalam meningkatkan konektivitas dan digitalisasi, serta berperan dalam pembangunan infrastruktur di kawasan,” ungkapnya.

Erick pun berharap AIPF dapat meningkatkan kemitraan di kawasan ASEAN dan Indo Pasifik.

“Kami berharap diskusi dan komunikasi dalam forum ini akan menginspirasi kerja sama baru, meningkatkan kerja sama yang sudah ada, serta melahirkan solusi yang inovatif untuk menjawab tantangan yang kita hadapi,” tandasnya.

AIPF kali ini menampilkan berbagai proyek unggulan di Indonesia dan di seluruh Indo-Pasifik yang sejalan dengan subtema AIPF. Sejumlah BUMN Indonesia, antara lain BRI, Pertamina, PLN, Bank Mandiri, BNI, MIND ID, Telkom Indonesia, dan InJourney pun turut berpartisipasi aktif dalam AIPF ini.

Penyelenggaraan AIPF adalah implementasi nyata dari AOIP yang diadopsi oleh negara-negara anggota ASEAN pada 2019. Inisiatif AOIP sendiri bertujuan untuk memperkuat arsitektur regional yang inklusif, mendorong kolaborasi, memperkuat kerja sama yang saling menguntungkan, dan menangkap peluang yang ada di kawasan Indo-Pasifik.

Kawasan ASEAN punya modal cukup untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dunia. Produk domestik bruto (PDB) kolektif ASEAN pada 2021 mencapai US$3,3 triliun. Angka sebesar itu menjadikan ASEAN sebagai kawasan ekonomi terbesar kelima di dunia. Dengan jumlah penduduk lebih dari 660 juta jiwa, ASEAN berpotensi besar menjadi mitra kerja sama.

Forum regional KTT ke-43 ASEAN menjadi peluang penting bagi negara-negara anggota perhimpunan, serta negara Indo-Pasifik, untuk bersatu dan memetakan arah kerja sama dan pertumbuhan inklusif di masa depan. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: ASEAN-Indo Pacific ForumIndo Pasifikktt aKTT ASEAN
No Result
View All Result

Terbaru

  • Middle East Conflict Exposes Southeast Asia’s Energy Vulnerability
  • MSCI Keeps Indonesia in Emerging Market Club but Flags Transparency Risks in Stock Market
  • Indonesia Yet to Decide 2026 Nickel Output Levels as Market Speculation Grows
  • Indonesia Unveils 30 Million Carbon Credits in Bid to Become Global Carbon Market Powerhouse
  • ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.