• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

ASEAN Optimis Capai Target 35 Persen Energi Terbarukan pada 2025

Indonesia Dorong Transisi Energi dan Teknologi yang Terjangkau dan Bersih

by Redaksi Asiatoday
November 21, 2020
in GREEN ENERGY
Reading Time: 2 mins read
A A
0
ASEAN Optimis Capai Target 35 Persen Energi Terbarukan pada 2025

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arifin Tasrif, menghadiri rangkaian Pertemuan ASEAN Ministers on Energy Meeting (AMEM) ke-38 yang dilaksanakan secara virtual, Kamis hingga Jumat (19/11 - 20/11). Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arifin Tasrif, menghadiri rangkaian Pertemuan ASEAN Ministers on Energy Meeting (AMEM) ke-38 yang dilaksanakan secara virtual, Kamis hingga Jumat (19/11 – 20/11).

Dalam pertemuan yang diselenggarakan oleh Vietnam sebagai tuan rumah, Arifin menyampaikan perlunya transisi energi ASEAN yang tidak hanya berfokus pada peralihan bahan bakar fosil ke energi terbarukan, namun juga peralihan ke pilihan energi dan teknologi yang lebih bersih serta terjangkau.

Salah satu inisiatif utama Indonesia terkait kerja sama transisi energi ASEAN adalah memprakarsai pendirian Clean Coal Technology, Centre of Excellence (CCT COE). Fasilitas ini direncanakan berlokasi di Sentra Teknologi Batubara Palimanan, Jawa Barat.

RelatedPosts

Bpfilters Launches Innovative B50 Biodiesel Filter Product

Indonesia Launches Asia’s Largest Cooperative-Based Renewable Energy Initiative

ASEAN Power Grid Gets Real: ADB Unleashes New Fund to Fast-Track Regional Energy Integration

Keberadaan CCT COE penting untuk meningkatkan kerja sama internasional, termasuk kolaborasi penelitian dan pengembangan dan transfer teknologi, tidak hanya untuk Indonesia namun negara anggota ASEAN lainnya juga. Dukungan dari seluruh Negara Anggota ASEAN dan tiga negara mitra wicara AMEM+3 (Jepang, Korea, dan RRT) diharapkan dapat mewujudkan pemanfaatan CCT COE dan meningkatkan kemampuannya dalam hal keahlian, fasilitas dan sumber daya.

“Indonesia berharap kerja sama dalam ASEAN Forum on Coal dapat menjadi think tank untuk mempromosikan penggunaan clean coal technology bersamaan dengan pergerakan ASEAN ke arah transisi energi yang lebih bersih dan ekonomi rendah karbon,” tegas Arifin, dikutip Sabtu (21/11/2020).

Dalam rangkaian pertemuan ini, para Menteri Energi ASEAN juga bertemu dengan Menteri East Asia Summit Energy Minister Meeting (EAS-EMM) yang meliputi AMEM+3 ditambah Amerika Serikat, Australia, India, Selandia Baru, dan Rusia. Pertemuan AMEM38 juga menghadirkan organisasi internasional International Energy Agency (IEA) dan International Renewable Energy Agency (IRENA) untuk melihat perspektif energi global dan kaitannya dengan kawasan ASEAN.

Target penurunan intensitas energi ASEAN sebesar 20 persen pada tahun 2020, telah dicapai lebih dini pada tahun 2018 sebesar 21 persen. Pencapaian ini membuat ASEAN optimis dapat meraih target baru pengurangan intensitas energi sebesar 32 persen pada tahun 2025.

Sementara itu, ASEAN masih menghadapi tantangan dalam usaha meraih target bauran energi terbarukan, yang pada tahun 2018 sebesar 13,9 persen dari total suplai energi primer. Angka ini masih cukup jauh dari target 23 persen pada tahun 2025, namun ASEAN bersepakat menambahkan target kapasitas terpasang energi terbarukan di pembangkit tenaga listrik mencapai 35 persen tahun 2025.

Menteri ESDM juga dijadwalkan menghadiri secara virtual ASEAN Energy Business Forum (AEBF) Jumat sore nanti. AEBF merupakan forum yang mempertemukan pelaku usaha energi ASEAN melalui seminar dan business matching.

Salah satu agenda AEBF adalah dialog pejabat setingkat menteri dengan para CEO perusahaan energi untuk berbagi pandangan dan dukungan dalam rangka meningkatkan konektivitas energi, pemanfaatan energi dan digitalisasi, termasuk upaya pencapaian target energi ASEAN.

Sebagai informasi, Salah satu rangkaian dalam acara ini adalah penganugerahan ASEAN Energy Award (AEA). Indonesia meraih berbagai penghargaan di ajang ini, setelah melalui tahapan seleksi yang ketat. Penghargaan tersebut meliputi kategori Energi Terbarukan, Efisiensi Energi dan Konservasi, dan Individu sebagai Manager Energi. (ATN)

Tags: ASEAN Ministers on Energy MeetingAsia EnergyEnergi Baru TerbarukanGreen Energy
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.