• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

ASEAN+3 Sepakati Kerja Sama Ketahanan Ekonomi Regional

by Redaksi Asiatoday
September 19, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Menteri Ekonomi ASEAN Dorong Stabilitas Perdagangan di Kawasan

ASEAN Community. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara ASEAN bersama China, Jepang, dan Korea Selatan yang tergabung dalam forum ASEAN+3 menyepakati kerja sama Chiang Mai Initiative Multilateralization (CMIM). Kesepakatan tersebut guna mendukung ketahanan ekonomi dan keuangan regional.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Onny Widjanarko mengatakan, CMIM merupakan kerja sama keuangan di antara negera-negara ASEAN+3 dalam bentuk fasilitas dukungan likuiditas bagi negara yang menghadapi masalah likuiditas jangka pendek atau kesulitan neraca pembayaran. Kerja sama CMIM dibentuk pada 2010 dengan nilai komitmen sebesar USD240 miliar.

“Langkah penguatan tersebut antara lain peningkatan porsi fasilitas CMIM IMF De-Linked Portion (IDLP) dari semula 30 persen menjadi 40 persen dan penambahan komponen mata uang lokal negara-negara anggota ASEAN+3 pada fasilitas CMIM,” kata Onny melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (19/9/2020).

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Negara-negara yang tergabung forum ASEAN+3 juga menggarisbawahi pentingnya peningkatan kerja sama keuangan regional untuk memperkuat ketahanan ekonomi dan keuangan di kawasan, terutama di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menambahkan pandemi Covid-19 telah menimbulkan ketidakpastian prospek ekonomi dan keuangan ke depan. Karena itu, pemerintah melakukan penanganan Covid-19 secara komprehensif.

Melalui partisipasi bank sentral dalam membiayai pengeluaran pemerintah untuk penanganan Covid-19, Perry berharapa realisasi anggaran untuk mendorong pemulihan perekonomian nasional dan mendukung UMKM dapat optimal.

“Koordinasi dan kerja sama diantara pemangku kebijakan merupakan kunci utama. Sejalan dengan itu, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi antara ekspansi moneter dan akselerasi stimulus fiskal pemerintah,” tandasnya. (AT Network)

Tags: AseanAsean EconomicBank Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.