• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Asia Bangun Proyek Gas Baru hingga Rp5.000 Triliun

by Redaksi Asiatoday
April 7, 2022
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Asia Bangun Proyek Gas Baru hingga Rp5.000 Triliun

Fasilitas Korea National Oil Corpration (KNOC). Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Kawasan Asia tengah membangun proyek infrastruktur gas baru senilai US$350 miliar atau sekitar Rp5.000 triliun.

Langkah ini dinilai bertentangan dengan upaya dunia untuk mengurangi emisi.

Dilansir Bloomberg pada Kamis (7/4/2022), proyek itu termasuk perluasan terminal gas alam cair (LNG), pembangkit listrik berbahan bakar gas dan jaringan pipa.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Angka itu tiga kali lipat dari proyeksi investasi di Eropa, menurut data dari Global Energy Monitor.

Pemerintah di kawasan Asia tengah mencari keuntungan yang telah diraih oleh Amerika Serikat (AS) dan Eropa dari sektor gas selama beberapa dekade.

Pembeli LNG terbesar dunia ini sudah mencatatkan 30 proyek impor yang saat ini sedang dibangun, dengan rencana tentatif untuk tiga lusin lainnya, menurut data yang dikumpulkan oleh BloombergNEF.

Sementara itu, perusahaan Korea Selatan termasuk Posco Energy Co., SK E&S Co., dan plat merah Korea National Oil Corp., tengah menambah fasilitas LNG yang nantinya dapat digunakan kembali untuk transportasi dan penyimpanan hidrogen sebagai sumber energi rendah atau nol-emisi yang sedang berkembang.

Meski menghasilkan setengah dari emisi karbon batubara, ada konsensus yang berkembang bahwa penggunaan gas harus dikurangi agar dunia dapat mencegah dampak terburuk dari perubahan iklim.

“Ini tentunya ada peran dari gas, khususnya dalam menggantikan batubara,” ujar mantan gubernur bank sentral Inggris Mark Carney yang saat ini utusan khusus iklim PBB dalam Asia Sustainable Finance Forum di Seoul.

PBB pada Senin menambahkan ukuran urgensi lain pada upaya untuk menghapus bahan bakar fosil.

PBB memperingatkan suhu bumi akan memanas lebih dari 3 derajat Celcius, dua kali lipat dari target Perjanjian Paris.

Berdasarkan data BP Plc, Asia menjadi konsumen energi terbesar dan rumah bagi populasi tertinggi. Pasar gas di kawasan ini hampir sama dengan jumlah konsumsi di AS.

“Potensi pertumbuhan besar-besaran lebih lanjut adalah alasan perluasan infrastruktur gas di Asia yang kini sangat mengkhawatirkan,” kata Robert Rozansky, seorang analis riset di Global Energy Monitor.

Jika semua proyek yang diusulkan dibangun sesuai rencana, kapasitas impor LNG global akan melonjak 50 persen.

Para pembuat keputusan akan salah sangka jika mereka berasumsi bahwa gas akan menjadi lebih murah dan stabil daripada energi terbarukan dan simpanan energi dalam jangka panjang.

“Asumsi ini sudah usang sebelum berakhirnya kontrak LNG 20 tahun,” kata Rozansky.

Negara-negara dan perusahaan tengah bersusah payah untuk mengamankan pasokan gas di tengah krisis energi di mana pemulihan ekonomi sedang berlangsung.

Perang di Ukraina telah menambah rangkaian hambatan, meningkatkan kebutuhan pasokan LNG dan mengerek harga ke level tertinggi. Hal ini akan semakin memperumit rencana transisi energi. (ATN)

Tags: Asia EnergyIndustri Minyak dan GasLNG
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.