• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 27, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Asia Tenggara, Kawasan Paling Damai Sepanjang 2020

by Redaksi Asiatoday
December 19, 2020
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Menteri Ekonomi ASEAN Dorong Stabilitas Perdagangan di Kawasan

ASEAN Community. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Diplomat senior Indonesia sekaligus pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal mengungkapkan, Asia Tenggara merupakan kawasan yang relatif paling damai sepanjang 2020.

Meskipun sebelumnya beberapa negara di Asia Tenggara pernah terlibat konflik, namun konflik yang terjadi tidak menimbulkan Instabilitas kawasan secara serius.

Dalam webinar Pernyataan Akhir Tahun FPCI, Jumat, Dino berpendapat bahwa ketika sejumlah negara di beberapa wilayah dunia, seperti Timur Tengah dan Asia Timur, mengalami konflik politik, Asia Tenggara tidak mengalami hal tersebut.

RelatedPosts

Middle East Conflict Rocks Asia as Bangladesh Faces Mounting Food Security Threat

Indonesia, U.S. Deepen Air Defense Cooperation as Indo-Pacific Security Challenges Grow

Venezuela Quake Disaster: UN Rallies International Emergency Response

“Semua negara di Asia Tenggara menjadi kawan, tidak mempunyai relasi konflik, dan merupakan suatu kemewahan untuk berada di kawasan dengan lingkungan yang damai seperti ini, secara relatif dibandingkan dengan apa yang terjadi di kawasan lain,” kata Dino, dikutip Sabtu (19/12/2020).

“Saya kira rakyat Indonesia juga paham dan mengapresiasi hal ini karena kawasan adalah garda terdepan kita dalam pertahanan. Ketika kawasan tenang, damai, dan kooperatif maka baik untuk kita, tetapi jika di antara negaranya saling membenci maka kita tidak akan dapat tidur nyenyak,” tutur Dino.

Mengenai perselisihan di Laut China Selatan, yang melibatkan beberapa anggota Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) sebagai claimant area sengketa–selain China yang menjadi claimant utama, Dino menilai bahwa isu ini dapat ditangani dengan baik.

“Ketika kita melihat hal ini, masalah yang muncul dapat ditahan dan dikendalikan, serta China dan negara-negara ASEAN saat ini duduk bersama untuk membicarakannya. Tekanan konflik ini sangat rendah,” papar Dino.

Lebih lanjut, dalam hal kebijakan luar negeri Indonesia sendiri, Dino merekomendasikan agar negara  juga menjalankan diplomasi yang ditambah dengan prinsip keseimbangan.

“Indonesia selalu berbicara mengenai kebijakan luar negeri yang independen dan aktif, dan bersamaan dengan itu, saya rasa, kita perlu juga membahas tentang menjadi seimbang  di dunia multipolar yang kompleks dan kompetitif,” imbuhnya. (Ant)

Tags: AseanAsia TenggaraForeign Policy Community of IndonesiaLaut China Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • U.S. Backs Indonesia’s ESG Mining Drive as Global Demand for Critical Minerals Surges
  • Bank Jakarta Wins Three Awards at the 23rd Infobank-MRI Banking Customer Experience Appreciation 2026
  • Middle East Conflict Rocks Asia as Bangladesh Faces Mounting Food Security Threat
  • World Bank Backs Cambodia’s Green Industry Drive with $115 Million Energy Investment
  • Indonesia Uses Nickel Dominance to Court South Korean Investment in Global EV Supply Chain
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.