• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Atasi Sampah di Laut, Jepang Galang G-20 Petakan Sebaran Mikroplastik di Dunia

by Redaksi Asiatoday
September 6, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Investasi USD6 Juta, Circulate Capital Sokong Perusahaan di Indonesia Atasi Krisis Sampah

Pantai dan laut tercemar sampah plastik. Dok

ASIATODAY.ID, TOKYO – Untuk menekan pencemaran laut oleh sampah plastik, Pemerintah Jepang akan membuat peta yang menunjukkan kondisi pencemaran mikroplastik laut global dengan melibatkan negara lain dari Kelompok G20.

Peta tersebut akan menunjukkan dari mana sampah berasal, sehingga membantu negara-negara memperkuat upaya mereka dalam mengurangi pencemaran plastik di laut.

Mengutip kyodonews.net, Minggu (6/9/2020), rencana tersebut merupakan bagian dari kesepakatan yang dicapai tahun lalu di KTT G-20 di Osaka untuk mengurangi polusi tambahan dari sampah plastik laut hingga nol pada tahun 2050.

RelatedPosts

Indonesia Leads Regional Green Alliance Against Cross-Border Pollution

IPB Expert: Nickel Mining in Halmahera Threatens Marine Ecosystems and Coastal Livelihoods

Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives

Peta tersebut akan menggunakan warna berbeda untuk menunjukkan tingkat polusi dari mikroplastik—serpihan plastik kecil berukuran kurang dari 5 milimeter yang dapat menumpuk di dalam tubuh ikan, menjadikannya beracun bagi manusia.

Jepang akan meminta pemerintah lain untuk menyerahkan data terkait ketika menjadi tuan rumah acara daring G-20 pada Senin untuk membahas sampah plastik laut, serta pada konferensi menteri lingkungan mereka akhir bulan ini.

Sedikitnya 8 juta ton sampah plastik diperkirakan dibuang ke laut setiap tahun, beberapa diantaranya terurai menjadi mikroplastik.

“Penting bagi setiap negara membatasi penggunaan plastik untuk mencegah polusi lebih lanjut,” kata Atsuhiko Isobe, seorang profesor di Universitas Kyushu yang bertanggung jawab untuk menggambar peta.

G-20 terdiri atas Argentina, Australia, Brasil, Inggris, Kanada, China, Prancis, Jerman, India, Indonesia, Italia, Jepang, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Korea Selatan, Turki, Amerika Serikat, dan Uni Eropa. (ATN)

Tags: G20JepangOcean ConservationPencemaran LautSampah plastikSave Ocean
No Result
View All Result

Terbaru

  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports
  • Indonesia Seeks Alliance of Island Nations to Push Climate Mobility Agenda Ahead of COP31
  • Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens
  • ASEAN, Russia Agree to Deepen Economic Cooperation Amid Global Uncertainty
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.