• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Monday, June 29, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

AUKUS Disebut Ancam Perdamaian Dunia

by Redaksi Asiatoday
December 1, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Aliansi AS, Inggris, Australia (AUKUS) untuk Tutup Ruang Gerak China di Indo Pasifik

Presiden AS Joe Biden, Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison, dan PM Inggris Boris Johnson saat mengumumkan aliansi baru bernama AUKUS. Dok potus

ASIATODAY.ID, PYONGYANG – Aliansi trilateral Amerika Serikat, Australia dan Inggris (AUKUS) yang diumumkan pada September lalu, mendapat sorotan dari Korea Utara.

Pasalnya, aliansi itu dianggap sebagai “instrumen perang” AS yang berpotensi menimbulkan “ancaman serius” bagi perdamaian dunia.

AUKUS adalah kemitraan seputar pertukaran teknologi pertahanan antar ketiga negara. Salah satu poin yang menjadi sorotan dalam AUKUS adalah Australia akan menerima teknologi kapal selam bertenaga nuklir dari AS dan Inggris.

RelatedPosts

Indonesia Cracks Down on Global Online Gambling Empire

Fukushima Enters a New Era: IAEA, China, South Korea and Switzerland Unite to Verify Japan’s Nuclear Cleanup and Water Release

China Revives Trade Corridor to the Indian Ocean Through Bangladesh and Myanmar

“Kekhawatiran kami berasal dari fakta bahwa rencana mentransfer teknologi membangun kapal selam nuklir ke Australia berasal dari AS, negara terbesar dalam hal peperangan dan invasi,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Korea Utara dikutip dari Sputnik, Rabu (1/12/2021).

“Perjanjian AUKUS membawa awan gelap perang nuklir kepada dunia,” sambungnya.

Ini bukan kali pertama Pyongyang mengungkapkan kekhawatiran mengenai AUKUS. Sebelumnya pada September lalu, seorang perwakilan dari Kemenlu Korea Utara menyebut AUKUS sebagai sebuah langkah berbahaya yang dapat berujung pada perlombaan senjata nuklir dan mengganggu keseimbangan strategis kawasan Asia Pasifik.

Menurut keterangan perwakilan tersebut, AUKUS merupakan sebuah sinyal bahwa Korea Utara harus terus membangun kapabilitas pertahanan jangka panjang, agar bisa selalu siap dalam mengantisipasi perubahan drastis di bidang keamanan global.

Pengumuman kemitraan AUKUS disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan China.

Seperti Korea Utara, China juga mengecam AUKUS sebagai kemitraan yang hanya akan memperdalam perlombaan senjata dan menganggu upaya global dalam memerangi proliferasi nuklir.

Kemitraan AUKUS sempat menjadi sorotan global karena berujung pada pertengkaran antara Prancis dan Australia. Paris geram karena Canberra secara sepihak membatalkan perjanjian pembelian kapal selam yang sudah disepakati sebelumnya. (ATN)

Tags: AUKUSIndo PasifikPerdamaian Dunia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Cracks Down on Global Online Gambling Empire
  • Fukushima Enters a New Era: IAEA, China, South Korea and Switzerland Unite to Verify Japan’s Nuclear Cleanup and Water Release
  • Indonesia and China Join Forces to Unlock Asia’s Ancient Human Migration and Shared Civilizations
  • China Revives Trade Corridor to the Indian Ocean Through Bangladesh and Myanmar
  • Indonesia Unveils Global Green Finance Push as Climate Investment Targets Tropical Forests
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.