• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home TRAVEL/TOURISM

Australia Larang Warganya Berwisata ke Bali

by Redaksi Asiatoday
July 13, 2020
in TRAVEL/TOURISM
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Kembali Buka Pariwisata Bali

Nusa Dua, Bali. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia siap membuka kembali Bali untuk dikunjungi wisatawan domestik dan internasional pada 11 September mendatang. Kebijakan tersebut seiring dengan penerapan new normal.

Meski begitu, pemerintah Australia melarang warganya untuk berwisata ke Bali.

“Jangan berwisata ke Indonesia, termasuk Bali,” demikian keterangan otoritas Australia, Mark McGowan.

RelatedPosts

Bali Branded Unsafe as South Korea Issues Travel Warning

War Fallout Dims Dubai’s Glitter

Middle East War Shocks Global Travel: Over 4,500 Foreign Tourists Stranded in Thailand

Melansir News.com.au, Senin (13/7/2020), Mark bahkan mengatakan, ketika Anda warga Australia dan menetap di Indonesia, tinggalkan negara tersebut.

“Jangan menunda-nunda,” tegasnya.

Sementara itu, penerbangan menuju Indonesia dengan maskapai Qantas dilakukan secara terbatas, namun Virgin dan JetStar menunda penerbangan ke Indonesia. Di sisi lain, Garuda Indonesia menawarkan penerbangan dengan jadwal terbatas.

Dalam situs penerbangan tersebut, diterangkan bahwa biaya penerbangan ke Indonesia setidaknya USD1.000 setelah 11 September. Harga tersebut ternyata tidak termasuk asuransi perjalanan karena pemerintah Australia masih menerapkan lockdown.

Dikatakan juga di sana bahwa, pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia hampir di seluruh provinsi, termasuk Bali. Dengan fakta tersebut, pemerintah Australia bahkan mengatakan penanganan Covid-19 di Indonesia tak lebih baik dari Australia.

“Perawatan medis kritis di Indonesia di bawah standar yang tersedia di Australia,” kata pemerintah Australia.

“Tingkat pengujian di Indonesia pun rendah dilihat dari jumlah populasi yang ada dan data yang akurat tentang transmisi aktual virus tidak jelas. Layanan kesehatan tidak begitu serius,” tambahnya.

Dikatakan juga bahwa warga Australia yang dirawat di Indonesia tidak mendapat pelayanan yang baik. Di waktu yang sama, warga asing tak bisa kembali ke negaranya sampai mereka dinyatakan negatif Covid-19. (ATN)

Tags: AustraliaBali TourismWisata Bali
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.