• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Badai Covid-19 di Indonesia, Jokowi Perintahkan Evaluasi Total PPKM

by Redaksi Asiatoday
January 31, 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
OPINI: Ecocide, Oligarki dan Keberanian Jokowi

Presiden Jokowi. Ist

ASIATODAY.ID,  JAKARTA – Indonesia masih kesulitan membendung penyebaran wabah Covid-19, bahkan jumlah orang yang terinfeksi terus melonjak.

Presiden Joko Widodo pun memerintahkan agar dilakukan evaluasi total terhadap Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang sudah diterapkan sejak tanggal 11 hingga 15 Januari lalu.

Menurut Jokowi, PPKM yang dilakukan untuk menangani pandemi virus corona (Covid-19) masih belum efektif karena implementasinya tidak maksimal sehingga angka penularan tak menunjukkan penurunan.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Esensi dari PPKM ini membatasi mobilitas, tetapi yang saya lihat implementasinya ini kita tidak tegas dan tidak konsisten,” ujar Jokowi dalam rapat terbatas di Istana Bogor, Jumat (29/1/2021).

Jokowi menekankan agar seluruh pihak yang terlibat dalam PPKM untuk turun langsung ke lapangan. Hal itu untuk memastikan protokol kesehatan diterapkan, antara lain dengan menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Jokowi juga mengungkapkan kekecewaannya atas sektor ekonomi yang menjadi korban dalam penanganan Covid-19.

“Hati-hati, ekonomi ini turun. Ada PPKM ekonomi turun sebetulnya tidak apa-apa asal Covid-nya juga turun, tapi ini tidak,” terang Jokowi.

Jokowi meminta agar pembuatan kebijakan melibatkan epidemiolog sehingga kebijakan yang diambil efektif dalam menangani pandemi Covid-19.

Jokowi juga mengungkapkan hingga saat ini belum ada kebijakan yang paling baik dalam menangani pandemi, termasuk dengan kebijakan menutup total kegiatan atau lockdown.

“Yang benar yang mana, juga tidak ada, yang lockdown pun kan juga eksponensial juga,” jelas Jokowi.

Melansir laman Covid19.go.id, hingga Minggu (31/1/3021) ada tambahan 12.001 kasus baru yang terinfeksi Covid-19 di Indonesia, sehingga total menjadi 1.078.314 kasus positif Covid-19.

Sementara itu, jumlah yang sembuh bertambah 10.719 orang sehingga menjadi sebanyak 873.221 orang.

Sedangkan jumlah orang yang meninggal bertambah 270 orang menjadi sebanyak 29.998 orang. (ATN)

Tags: Corona AsiaCorona IndonesiaCOVID-19
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.