• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Bangladesh Diterjang Banjir, 54 Orang Tewas dan 2 Juta Warga Terdampak

by Redaksi Asiatoday
July 22, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Bangladesh Diterjang Banjir, 54 Orang Tewas dan 2 Juta Warga Terdampak

Warga korban banjir di Bangladesh mengungsi. Foto : dailyittefaq

ASIATODAY.ID, NEW YORK – Banjir bandang menerjang Bangladesh hingga menewaskan puluhan orang dan juga berimbas pada lebih dari 2 juta orang di seantero negeri.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan, banjir tersebut bisa jadi adalah yang terburuk di Bangladesh sejak 1988.

Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Stephane Dujarric, mengatakan bahwa sekitar 56 ribu orang terdampak banjir telah mengungsi ke sejumlah tempat penampungan milik pemerintah.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

“Saat ini 54 orang dilaporkan tewas,” kata Dujarric kepada awak media di New York.

“PBB beserta mitra-mitra kemanusiaan kami sedang membantu Pemerintah Bangladesh lewat penyaluran makanan, fasilitas penjernihan air, peralatan kebersihan, dan juga pasokan darurat,” jelasnya melansir ANI, Rabu (22/7/2020).

Dana Respons Darurat Pusat PBB telah menyalurkan dana sebesar USD5,2 juta (Rp76,5 miliar) untuk membantu kelompok paling rentan terdampak bencana di Bangladesh.

Dana bantuan yang disalurkan sejak 11 Juli itu memungkinkan mitra-mitra PBB untuk membantu masyarakat Bangladesh, termasuk lewat distribusi alat pelindung produk pertanian, peralatan kesehatan, dan juga bantuan uang tunai.

“Merespons banjir di Bangladesh kali ini cukup sulit karena terjadi saat negara tersebut tengah menghadapi pandemi covid-19 dan juga masih berusaha bangkit dari Siklon Amphan,” sebut Dujarric.

Amphan, yang menerjang Bangladesh pada Mei lalu, merupakan badai terkuat di Teluk Bengali.

Menurut catatan PBB, banjir parah di Bangladesh pada 1988 menewaskan sekitar 500 orang dan membuat lebih dari 25 juta kehilangan tempat tinggal. (ATN)

Tags: BangladeshBanjirBencana Asia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.