• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Bank DBS Indonesia Suntik Chandra Asri Rp2,9 Triliun

by Redaksi Asiatoday
July 21, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Investasi hingga USD5 Miliar di Indonesia, Chandra Asri Petrochemical Diberi Insentif Pajak

Kawasan industri PT Chandra Asri Petrochemical. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – PT Bank DBS Indonesia menggelontorkan pinjaman pembiayaan senilai USD195 juta atau setara dengan Rp2,9 triliun ke PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (Chandra Asri).

Pinjaman tersebut untuk mendukung kebutuhan modal kerja perusahaan dalam bentuk trade financing dan revolving credit facility (RCF).

Chandra Asri merupakan produsen petrokimia yang terintegrasi terbesar di Indonesia dan mengoperasikan satu-satunya naphtha cracker di Tanah Air. Perusahaan ini memproduksi olefin (etilena, propilena), pygas dan campuran C4, serta poliolefin (polietilena dan polipropilena).

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Chandra Asri telah menjadi nasabah korporasi Bank DBS sejak 2005 dengan memberikan berbagai layanan perbankan seperti manajemen kas, fasilitas perdagangan, treasury, pasar modal utang, hingga pinjaman.

Bank DBS melihat di tengah pandemi saat ini, permintaan domestik untuk produk Chandra Asri tetap tinggi karena merupakan salah satu produsen bahan baku peralatan medis seperti masker dan alat pelindung diri (APD).

Chandra Asri pun masih harus mengoperasikan pabrik secara normal agar dapat memenuhi permintaan domestik. Penyaluran pinjaman dilakukan dengan memaksimalkan pemanfaatan teknologi melalui platform digital DBS IDEAL dan DBS RAPID.

Dengan DBS Real Time Application Programming Interface (RAPID), Chandra Asri dapat mengurangi waktu pemrosesan pengiriman uang serta mendigitalisasi proses cash management.

Corporate Banking Director Bank DBS Indonesia Kunardy Lie mengatakan pemberian pinjaman tersebut merupakan dukungan perseroan kepada Chandra Asri sebagai nasabah korporasi jangka panjang.

Tidak hanya itu, sejak Mei lalu Chandra Asri telah menggunakan layanan perbankan korporasi digital perseroan yakni DBS RAPID (Real Time Application Programming Interface) yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan keuangan nasabah.

“Khususnya di masa sulit seperti ini melalui digitalisasi proses transaksi perbankan agar dapat tetap mengedepankan aspek keberlanjutan atau sustainability dalam menjalankan operasional bisnis,” kata dia melalui keterangan tertulisnya, Selasa (21/7/2020).

DBS RAPID terdiri dari tiga pilar mendasar yaitu Digitalisasi, Kecepatan, dan Inter-konektivitas.

Ketiga pilar ini memberikan pengalaman integrasi tanpa hambatan antara bank dan sistem di dalam perusahaan nasabah yang memungkinkan pemrosesan pembayaran, piutang, pencarian informasi tentang alur kerja bisnis nasabah, dan memfasilitasi transaksi bisnis di jaringan (ekosistem) nasabah secara real time.

Direktur Keuangan Chandra Asri Andre Khor mengatakan pihaknya berkomitmen penuh untuk terus menjadi penopang pertumbuhan industri hilir petrokimia.

Chandra Asri berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Bank DBS dalam mendukung upaya reaktivasi pertumbuhan industri.

“Kami senang dapat bermitra dengan DBS untuk menerapkan sistem RAPID sebagai bagian dari Program Transformasi Digital kami, untuk terus mengalami kemajuan dan melayani pemangku kepentingan kami dengan lebih baik dengan efisiensi, inovasi, dan teknologi,” jelasnya. (ATN)

Tags: Bank DBSPT Chandra Asri
No Result
View All Result

Terbaru

  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.