• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Bank DBS Sokong Pembiayaan Rp9 Triliun untuk Smelter HPAL Harita Group

by Redaksi Asiatoday
April 3, 2021
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Investasi Rp14 Triliun, Industri Baterai di Maluku Utara Siap Beroperasi

Smelter Harita Nickel di Pulau Obi, Halmahera Selatan. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – PT Bank DBS Indonesia mengumumkan secara kolektif memimpin konsorsium 9 bank guna menyokong struktur pembiayaan senilai USD625 juta atau sekitar Rp9,06 triliun untuk smelter High Pressure Acid Leach (HPAL) pertama di Indonesia milik PT Halmahera Persada Lygend (PT HPAL).

PT HPAL adalah yang pertama di Indonesia dalam hal pemanfaatan teknologi HPAL untuk membuat campuran endapan nikel-kobalt hidroksida (MHP) dan nikel sulfat, yang menjadi bahan baku utama pembuatan baterai listrik.

Seiring dengan pertumbuhan permintaan global untuk kendaraan listrik (electric vehicles/EV), permintaan untuk penyimpanan dan baterai logam juga akan meningkat.

RelatedPosts

Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens

Indonesia’s $2.5 Billion Nickel Bet Faces Global ESG Test as Investment Boom Accelerates

Trois Films and South Korea’s JJan E&M Forge Strategic Partnership in Film Industry

Smelter HPAL memainkan peran utama dalam rantai pasokan EV guna memenuhi permintaan EV yang terus meningkat secara global, karena konsumen dengan kesadaran tinggi akan lingkungan berupaya mempertahankan mobilitas pribadi sekaligus mengurangi emisi karbon. Penjualan EV diperkirakan akan naik 41,9 persen menjadi lebih dari 4,4 juta unit pada 2021.

Tan Su Shan, Group Head Institutional Banking dan Presiden Komisaris PT Bank DBS Indonesia mengatakan bahwa transaksi itu mendukung ambisi Indonesia untuk industri manufaktur kendaraan listrik dan baterai.

“Dengan Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, kami sangat senang dapat mendukung rencana negara ini mengembangkan rantai pasokan EV global di dalam negeri dengan membantu memajukan perusahaan di industri dengan pertumbuhan tinggi, seperti PT HPAL, yang juga memperhatikan dampak LST mereka,” kata Tan dalam siaran pers Bank DBS, Jumat (2/4/2021).

DBS ditunjuk sebagai salah satu koordinator utama untuk memfasilitasi pembiayaan proyek tersebut mengingat rekam jejak kuatnya dalam memberikan saran kepada nasabah tentang struktur pembiayaan untuk proyek sejenis.

Dalam perannya sebagai Koordinator Utama dan Mandated Lead Arranger, DBS mengembangkan struktur pembiayaan yang dapat secara tepat menjawab berbagai tantangan dalam tahap pengembangan proyek dan dampak dari paparan terhadap harga patokan – keduanya merupakan hal umum dalam proyek smelting.

DBS juga memainkan peran penting dalam membantu dan mengkoordinasikan alur kerja uji tuntas untuk mendukung bank anggota konsorsium itu melalui proses kredit mereka dan menyampaikan solusi untuk berbagai permasalahan sebagai agen fasilitas dalam pembiayaan tersebut.

Adapun PT HPAL adalah perusahaan yang berada di bawah naungan Harita Group. Perusahaan ini adalah milik konglomerat Lim Hariyanto Wijaya Sarwono.

Konstruksi proyek smelter high pressure acid leach milik PT HPAL sudah dimulai sejak September 2018 dengan nilai investasi mencapai USD1,06 miliar atau setara Rp14,8 triliun.

Kepemilikan Harita Group dalam proyek ini sebesar 63,1 persen dan Ningbo Lygend Mining 36,9 persen. (ATN)

Tags: Bank DBSHarita NickelIndustri SmelterNikel
No Result
View All Result

Terbaru

  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports
  • Indonesia Seeks Alliance of Island Nations to Push Climate Mobility Agenda Ahead of COP31
  • Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens
  • ASEAN, Russia Agree to Deepen Economic Cooperation Amid Global Uncertainty
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.