• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Bank Dunia : Kemiskinan di Indonesia Tertinggi di Papua, Terendah di Jakarta

by Redaksi Asiatoday
October 12, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Bank Dunia : Kemiskinan di Indonesia Tertinggi di Papua, Terendah di Jakarta

Anak-anak di Papua. Foto : projectkampungpapua

ASIATODAY.ID, JAKARTA – World Bank atau Bank Dunia menemukan ketimpangan antardaerah di Indonesia yang masih tinggi.

Dalam laporan World Bank dengan judul ‘East Asia and Pacific Economic Update October 2019: Weathering Growing Risk’ yang dikutip asiatoday.id, Sabtu (11/10/2019), disebutkan bahwa ketimpangan antardaerah tetap menjadi tantangan meski pemerintah sudah cukup berhasil menekan angka kemiskinan.

Temuan World Bank, sepanjang Maret 2018 hingga Maret 2019 terdapat 6 provinsi yang mengalami peningkatan angka kemiskinan signifikan. Adapun 28 provinsi lain sudah mampu menekan angka kemiskinan. Secara partikular, wilayah Indonesia bagian timur merupakan wilayah yang tergolong lambat dalam menekan angka kemiskinan.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

World Bank mencatat provinsi dengan tingkat kemiskinan terendah adalah Jakarta dengan masyarakat masih hidup di bawah garis kemiskinan mencapai 3,5 persen.

Papua masih tercatat sebagai daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi, di mana masih ada 27,5 persen masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Data BPS juga mencatat bahwa pengentasan kemiskinan di desa tidak sebaik di perkotaan. Per Maret 2019, jumlah penduduk miskin di kota tercatat sebesar 6,69 persen dari populasi, sedangkan di desa tercatat mencapai 12,85 persen.

Apabila menggunakan tolok ukur internasional yakni purchasing power parity (PPP), diproyeksikan hanya 4,3 persen dari penduduk Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan pada 2019

Angka tersebut turun apabila dibandingkan dengan 2018 dimana masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan masih mencapai 4,9 persen dari keseluruhan populasi.

Apabila dibandingkan dengan data BPS, dapat ditemukan bahwa per Maret 2019 jumlah penduduk miskin mencapai 25,14 juta orang atau 9,41 persen dari keseluruhan populasi.

Angka ini lebih rendah apabila dibandingkan dengan Maret 2018 dimana tercatat jumlah penduduk miskin mencapai 25,95 juta orang atau 9,82 persen dari populasi. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Bank DuniaJakartaKemiskinan IndonesiaPapuaWorld Bank
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.