• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Bank Dunia Sarankan Indonesia Jangan Berutang Dulu

by Redaksi Asiatoday
September 2, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Situasi Global Rumit, Ekonomi Indonesia Bisa Tergilas Perang Dagang

Markas World Bank. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Bank Dunia menyatakan Indonesia belum membutuhkan pinjaman utang dalam jumlah besar. Pasalnya, program prioritas pemerintah 2020 berfokus pada pengembangan Sumber Daya Manusia atau human capital.

“Kami tidak melihat bahwa Indonesia membutuhkan pendanaan yang sangat besar,” terang perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo A. Chaves di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/9/2019).

Program pengembangan SDM ini sudah ditawarkan pemerintah Indonesia ke Bank Dunia. Namun detail program itu masih menunggu pengumuman kabinet periode kedua Oktober nanti.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

“Kami tetap berkomitmen untuk tetap mendukung pengembangan SDM di Indonesia. Angka stunting sudah turun, begitu juga program-program pendidikan,” imbuhnya.

Meski Indonesia belum butuh dana besar, Bank Dunia tetap memberikan alokasi pinjaman dalam batas normal yakni USD2 miliar per tahun. Jumlah itu tidak terlalu besar untuk negara berkembang seperti Indonesia.

“Masih dalam batas normal. Sekitar USD2 miliar per tahun,” ujar Rodrigo.

Pemerintah menjadikan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai tema utama dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020.

Fokus RAPBN itu diarahkan pada lima hal utama, yakni pertama, penguatan kualitas SDM untuk mewujudkan SDM yang sehat, cerdas, terampil, dan sejahtera. Kedua, akselerasi pembangunan infrastruktur pendukung transformasi ekonomi.

Ketiga, penguatan program perlindungan sosial untuk menjawab tantangan demografi dan antisipasi aging population. Keempat, penguatan kualitas desentralisasi fiskal untuk mendorong kemandirian daerah. Kelima, antisipasi ketidakpastian global. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Bank DuniaNeraca PerdaganganUtang Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.