• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Bank Indonesia Injeksi Pasar Uang dan Perbankan Rp583,5 Triliun

by Redaksi Asiatoday
May 20, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ada Badai Krisis, Seberapa Kuat Devisa Indonesia Bertahan dari Gempuran Wabah Corona?

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menginjeksi likuiditas di pasar uang dan perbankan hingga Rp583,5 triliun.

Dana tersebut disuntik melalui pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder, penyediaan likuiditas perbankan melalui transaksi term-repo SBN, swap valas, serta penurunan giro wajib minimum (GWM) rupiah.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan pihaknya akan terus memastikan kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan dalam mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional. Khususnya dalam rangka restrukturisasi kredit perbankan.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

“Bahwa kebutuhan dana likuiditas oleh perbankan dalam memenuhi program restrukturisasi kredit adalah akan disediakan oleh BI melalui mekanisme operasi moneter yang selama ini berlangsung,” kata Perry melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (19/5/2020).

Perry menegaskan, jika bank-bank memerlukan likuiditas tambahan bisa datang ke BI.

Bank bisa melakukan term-repo atas SBN yang dimiliki kepada bank sentral baik untuk tenor satu minggu, tiga bulan, enam bulan, atau sampai dengan 12 bulan.

BI mencatat total SBN yang dimiliki oleh perbankan sampai dengan 14 Mei 2020 adalah Rp886 triliun. Namun begitu, ada kewajiban untuk rasio Penyangga Likuiditas Makro (PLM) sekitar enam persen dari total SBN yang dimiliki oleh bank.

“Dari Rp886 triliun itu, untuk kebutuhan likuiditas perbankan sendiri, itu sebesar SBN enam persen itu adalah Rp330,2 triliun. Sisanya, sebesar Rp563,6 triliun itu dapat direpokan ke BI,” jelasnya.

Perry mengungkapkan, saat ini baru sekitar Rp43,9 triliun SBN yang di-repokan oleh perbankan. Untuk itu, BI memberikan opsi jika bank membutuhkan likuiditas bisa datang ke BI yang membuka layanan operasi moneternya untuk perbankan setiap hari.

“Untuk kebutuhan likuiditas, dana likuiditas untuk restrukturisasi kredit UMKM bank-bank masih punya cukup banyak SBN untuk direpokan ke BI. Saya melihat, ini lebih dari cukup untuk memenuhi dana likuiditas untuk restrukturisasi kredit UMKM dan ultra mikro ini,” tandasnya. (ATN)

Tags: Bank IndonesiaPasar ModalPasar ObligasiPerbankanPerbankan Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.