• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Bank Mandiri Siap Ekspansi di ASEAN, Tantangan QAB Harus Dicermati

by Redaksi Asiatoday
December 11, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Bank Mandiri Siap Ekspansi di ASEAN, Tantangan QAB Harus Dicermati

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Bank Mandiri siap melebarkan sayap di Asia Tenggara dengan membidik pasar di Filipina, Vietnam dan Malaysia.

Direktur Treasury, International Bangking & SAM Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan rencana ekspansi ini sebagai upaya mengoptimalisasi kapitalisasi perseroan.

Di Filipina, perseroan akan lebih melakukan aksi akuisisi. Sementara, di Vietnam dan Malaysia, perseroan akan membuka bisnis bank yang baru.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

“Ada arrangement terkait dengan qualified Asian Banks sehingga proses masuk ke Filipina dan Malaysia saat ini terus dikaji, sedangkan Vietnam punya potensi dari GDP growth yang tinggi dan banyaknya ekspansi perusahaan Indonesia ke sana,” ujarnya, Selasa (10/12/2019).

Darmawan memastikan ekspansi ke luar negeri tersebut guna mendukung rencana jangka panjang perseroan. Sementara dalam jangka pendek dan menengah perseroan lebih memilih ekspansi dalam negeri khususnya dalam membesarkan anak usaha.

Menurut Darmawan, perseroan belum sampai tahapan persiapan anggaran dalam menggencarkan aksi ekspansi luar negeri. Pastinya di tiga negara di atas pasar konsumer dan mikro akan menjadi fokus mengingat belum banyak di sana.

Tantangan Persaingan

Pengamat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Toto Pranoto menilai Bank Mandiri memiliki tantangan yang cukup besar pada 2020. Salah satunya terkait implementasi Qualified ASEAN Bank (QAB) yang mana Bank Mandiri menjadi salah satu yang mengajukan diri untuk melebarkan sayapnya di Asean.

“Kalau Indonesia sudah ratifikasi dan setuju dengan agreement ini, maka Bank di Indonesia terutama anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) boleh punya cabang (full branch) di negara ASEAN lainnya. Sebaliknya secara resiprokal bank ASEAN lain seperti DBS, OCBC NISP, CIMB Niaga, Bangkok Bank dan lain-lain juga boleh buka cabang di Indonesia,” terangToto.

Apabila QAB diimplementasikan, lanjut Toto, pertanyaannya apakah bank mandiri beserta Himbara lainnya bisa cukup kompetitif menghadapi bank-bank swasta milik asing?

Toto menjelaskan, selisih antara tingkat suku bunga lending dan borrowing, dari anggota Himbara memiliki range antara empat persen sampai tujuh persen. Sementra DBS, OCBC NISP, CIMB Niaga range antara satu persen hingga dua persen. Artinya bank dari luar jauh lebih efisien dibandingkan bank di Indonesia.

“Tantangannya bagaimana Mandiri bisa meningkatkan efisiensi tersebut. Juga bagaimana supaya Mandiri bisa meningkatkan fee based income atau pendapatan nonbunga,” tuturnya.

Ke depan kata Toto, Bank Mandiri bisa lebih banyak menyalurkan pembiayaan di sektor digital seperti financial technology (fintek) dan e-commerce. “Sehingga pendapatan bank tidak terlalu bergantung dari spread bunga yang tinggi,” paparnya.

Mengenai QAB, adalah bank-bank terbaik dari negara-negara Asean yang mendapat konsesi-konsesi dalam hal akses pasar dan perizinan cakupan operasional. QAB akan mendapat perlakuan sebagaimana bank lokal dalam hal cakupan operasionalnya. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: ASEAN BankAsean OutlookBank MandiriPerbankan Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.