• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home CORPORATION

Beban Utang Garuda Indonesia Capai Rp31,9 Triliun

by Redaksi Asiatoday
July 14, 2020
in CORPORATION
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Maskapai Garuda Indonesia Lumpuh, 70 Persen Pesawat di Kandangkan

Maskapai Garuda Indonesia. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – PT Garuda Indonesia Tbk mencatat total utang perseroan mencapai USD2,22 miliar atau setara dengan Rp31,9 triliun per 1 Juli 2020.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, utang tersebut sebagai rentetan imbas pandemi Covid-19 yang menghantam keuangan perusahaan.

Saat rapat dengan komisi VI DPR RI, Irfan mengakui per 1 Juli 2020 maskapai tersebut mencatat cash flow hanya sebesar USD14,5 juta.

RelatedPosts

DAAZ Company Joins Nickel Downstream Consortium with Antam, Huayou, and EVE

Japan’s Osaka Steel Exits Indonesia, Shuts Down Joint Venture with Krakatau Steel

Arsari Group Accelerates Global Expansion

“Kalau kita lihat posisi finansial Garuda di posisi 1 Juli 2020, cash flow yang ada di perusahaan hanya USD14,5 juta. Sementara pinjaman bank sebanyak USD1,3 miliar dan utang usaha dan pajak USD905 juta,” jelas Irfan di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa (14/7/2020).

Irfan merinci, pinjaman bank sebesar USD1,3 miliar tersebut terdiri dari sukuk senilai USD500 juta yang mulanya jatuh tempo di 3 Juni 2020 telah selesai. Namun, berhasil direstrukturisasi menjadi 3 Juni 2023. Lalu, Short Term-Banks Loan senilai USD668 juta, KIK-EBA senilai USD100 juta, dan Financial Lease CRJ USD45 juta.

Sedangkan utang usaha sebesar USD905 juta terdiri dari utang pembayaran avtur sebesar USD374 juta, sewa pesawat sebesar USD340 juta, pengeluaran untuk ground handling dan traffic servicing sebesar USD76 juta. Kemudian maintenance, catering, dan lainnya sebesar USD115 juta. Adapun rata-rata outstanding utang tersebut 60-180 hari.

Irfan menjelaskan, untuk menyiasati utang tersebut, perusahaan telah melakukan sejumlah inisiatif jangka pendek dan jangka panjang.

“Kita akan mengoptimalisasi pendapatan penumpang. Kita memaksimalkan pendapatan kargo. Hari ini kita ada 10 penerbangan khusus kargo. Kita melakukan beberapa efisiensi biaya. Kita melakukan penundaan pembayaran avtur, maintenance,” paparnya. (ATN)

Tags: Garuda Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.