• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Beirut Luluh Lantak, Lebanon Berlakukan Darurat Militer Dua Pekan

by Redaksi Asiatoday
August 6, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Beirut Luluh Lantak, Lebanon Berlakukan Darurat Militer Dua Pekan

Kondisi di lokasi ledakan di Kota Beirut, Lebanon. Foto: explorob

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pasca ledakan dahsyat yang meluluhlantakkan Kota Beirut, Kabinet Lebanon mengumumkan keadaan darurat selama dua pekan dan menyerahkan kendali keamanan di Ibu Kota kepada militer.

Sejauh ini, jumlah korban tewas akibat ledakan itu mencapai 135 orang dan melukai 5.000 lainnya.

Kementerian informasi negara itu menyebut bahwa militer juga turut mengawasi tahanan rumah yang diberlakukan bagi para penjaga dan tenaga keamanan pelabuhan.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Ledakan pada Selasa (4/8/2020) mengirimkan gelombang kejut ke seluruh kota, sehingga menyebabkan kerusakan yang meluas sampai ke pinggiran Beirut.

Para pejabat memperkirakan jumlah korban tewas akan bertambah ketika para pekerja darurat terus menggali reruntuhan untuk mencari para korban.

Melansir Aljazeera, Kamis (6/8/2020), Gubernur Beirut, Marwan Abboud mengatakan sedikitnya 300.000 orang kehilangan rumah dan pihak berwenang sedang berupaya menyediakan makanan, air, dan tempat tinggal bagi mereka.

Para pejabat mengaitkan ledakan itu dengan sekitar 2.750 ton bahan kimia amonium nitrat hasil sitaan yang disimpan di gudang di pelabuhan selama enam tahun.

Sementara itu, tim evakuasi masih terus mencari para korban di bawah reruntuhan gedung. Para pejabat mengatakan jumlah korban tewas diperkirakan akan meningkat.

Ledakan tersebut, yang tampaknya disebabkan oleh api yang menyulut 2.750 ton amonium nitrat yang tidak aman di gudang, dirasakan hingga ke Siprus, sekitar 240 km di barat laut.

Skala kehancurannya sedemikian rupa sehingga Beirut menyerupai tempat terjadinya gempa bumi.

Ratusan ribu orang kehilangan tempat tinggal dan ribuan lainnya menjejali rumah sakit yang kewalahan untuk melakukan perawatan.

Marwan Abboud menggambarkan bencana itu sebagai “hari kiamat” yang dia perkirakan mungkin membuat 300.000 orang kehilangan tempat tinggal. Sedangkan  kerugian negara, ujarnya, lebih dari USD3 miliar. (ATN)

Tags: BeirutLebanonPrayForLebanon
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.