• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Belanja Iklan Digital Terprogram di Asia Pasifik Tumbuh Signifikan

by Redaksi Asiatoday
October 6, 2020
in Business
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Kolaborasi IAS dan Channel Factory Luncurkan “Channel Science” di Asia Pasifik

Integral Ad Science (IAS). Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Integral Ad Science (IAS), pemimpin global di sektor verifikasi iklan digital, hari ini menerbitkan “Media Quality Report” pada Semester I-2020 yang menyajikan analisis tentang kualitas media periklanan digital di 15 negara di Asia Pasifik.

Setidaknya ada beberapa klasifikasi pertumbuhan itu;

Brand Risk

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Indonesia dan Jepang memiliki Brand Risk yang tertinggi di Dunia untuk Mobile Web Display. Sementara, Australia  menjadi negara yang Paling Aman untuk Video Impression, dan Singapura memiliki Brand Risk yang terendah untuk Desktop Display di seluruh Dunia.

Secara global, Jepang memiliki brand risk tertinggi kedua untuk desktop display (6,2 persen pada Semester I-2020), serta brand risk tertinggi untuk mobile web display, yakni 10,9 persen. Sementara, Indonesia  memiliki brand risk tertinggi kedua di seluruh dunia untuk mobile web display, yaitu 9,3 persen.

Time-in-view

Indonesia memimpin segmen Mobile Web Display dan Australia memimpin aspek Mobile App Display Time-in-view di Seluruh Dunia

Australia (27,9 detik) memiliki rata-rata time-in-view tertinggi untuk  mobile app display berkat kinerja  programmatic inventory yang baik. Tercantum untuk pertama kalinya dalam publikasi ini, Indonesia  memimpin segmen mobile web display time-in-view yang mencapai 25,2 detik, diikuti Australia (18,5 detik) dan Jepang (16,9 detik).

Laura Quigley, APAC MD, Integral Ad Science, mengungkapkan, pertumbuhan belanja iklan digital terprogram (programmatic buy) yang baik kemungkinan besar terwujud berkat maraknya penggunaan pre-bid filter.

Data ini dapat memberikan kepercayaan yang lebih besar di kalangan pengiklan Asia Pasifik untuk terus berinvestasi dalam iklan digital yang terprogram demi menambah efisiensi kampanye periklanan mereka pada berbagai platform.

“Pengiklan telah beralih memakai sejumlah teknologi kontekstual guna memastikan iklan mereka tidak ditayangkan di samping konten yang mengandung kebencian, sekaligus memperluas jangkauan konsumen,” kata
Quigley melalui keterangan tertulisnya, Selasa (6/10/2020).

Ad Fraud

Tingkat Ad Fraud yang Rendah dalam Programmatic Buy pada Seluruh Kanal—Indonesia memiliki tingkat Ad Fraud Terendah untuk Mobile Web Display di Seluruh Dunia.

Penayangan iklan desktop display  memiliki tingkat ad fraud tertinggi pada seluruh kanal di dunia, yakni mencapai 0,8 persen.

Sementara, Indonesia menjadi satu-satunya negara di Asia Pasifik dengan tingkat ad fraud yang lebih rendah (0,5 persen) dari rata-rata global. Tingkat ad fraud di Australia dan India tercatat sebesar 1,1 persen, sedangkan, Singapura memiliki tingkat ad fraud terendah kedua di seluruh dunia (2,1 persen). Lebih lagi, mobile web video tetap menjadi inventori periklanan yang paling aman dengan tingkat ad fraud yang lebih baik, yaitu 0,3 persen.

Viewability

Inventori Iklan Digital yang Terprogram Tetap Menjadi Penggerak Utama untuk Aspek Viewability secara Global, sementara, Jepang dan Selandia Baru mencapai laju pertumbuhan tahunan sebesar dua digit.

Video tetap menjadi format iklan yang paling sering ditonton di seluruh dunia. Australia mengungguli negara-negara lain dalam hal viewability. Singapura berada di posisi kedua di Asia Pasifik (67,9 persen), sedikit lebih baik ketimbang rata-rata global (67,6 persen), sementara, aspek viewability di Jepang meningkat menjadi 51,9 persen (dibandingkan 34,2 persen pada Semester-I 2019). (AT Network)

Tags: Asia Pasifik DigitalIntegral Ad Science
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.