• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

BENCANA EKOLOGI LAUT: 477 Paus Mati Terdampar di Pantai Selandia Baru

by Redaksi Asiatoday
November 10, 2022
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
BENCANA EKOLOGI LAUT: 477 Paus Mati Terdampar di Pantai Selandia Baru 1

Ratusan Paus Pilot mati dan terdampar di pantai Selandia Baru. Dok Project Jonah

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Bencana ekologi laut kembali terjadi. Setelah tragedi kematian massal Paus Pilot terjadi di Tasmania, kali ini sebanyak 477 ekor Paus Pilot mati dan terdampar di dua pantai terpencil di Kepulauan Chatham, Selandia Baru.

Otoritas setempat mengatakan, tidak satu pun paus yang bisa diselamatkan dari kematian.

Kepulauan Chatham sendiri terletak sekitar 804 km di sebelah timur pulau utama Selandia Baru. Departemen Konservasi mengatakan 232 paus terdampar di Pantai Tupuangi dan 245 lainnya di Teluk Waihere.

RelatedPosts

Indonesia Leads Regional Green Alliance Against Cross-Border Pollution

IPB Expert: Nickel Mining in Halmahera Threatens Marine Ecosystems and Coastal Livelihoods

Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives

Daren Grover, manajer umum Project Jonah, sebuah kelompok nirlaba yang membantu menyelamatkan paus menyebutkan, semua paus mati secara alami atau di-eutanasia dalam kehilangan yang “memilukan”.

“Peristiwa ini adalah situasi yang sulit dan menantang. Meski merupakan kejadian alam, namun tetap saja menyedihkan dan menyulitkan pihak yang membantu,” katanya dikutip dari Newsyy, Kamis (13/10/2022).

Grover mengatakan, lokasi terpencil dan keberadaan hiu di perairan sekitarnya membuat mereka tidak dapat memobilisasi sukarelawan untuk mencoba mengevakuasi paus malang tersebut.

“Kami kesulitan mengapungkan kembali paus di Kepulauan Chatham karena risiko serangan hiu terhadap manusia dan paus itu sendiri, jadi eutanasia adalah pilihan yang paling baik,” lanjut Dave Lundquist, penasihat teknis kelautan untuk Departemen Konservasi.

Terdamparnya paus secara massal cukup umum di Selandia Baru, terutama selama bulan-bulan musim panas. Para ilmuwan tidak tahu persis apa yang menyebabkan paus terdampar, meskipun tampaknya sistem radar mereka dapat dikacaukan oleh pantai berpasir yang landai.

Grover mengatakan, ada banyak makanan untuk paus di sekitar Kepulauan Chatham, dan saat mereka berenang lebih dekat ke daratan, mereka akan segera menemukan diri mereka berpindah dari perairan yang sangat dalam ke dangkal.

“Mereka mengandalkan ekolokasi mereka, namun mereka tidak tahu bahwa mereka kehabisan air. Mereka semakin dekat ke pantai dan menjadi bingung sebelum akhirnya mereka mulai terdampar,” ungkap Grover.

Karena lokasi pantai yang terpencil, bangkai paus tidak akan dikubur atau ditarik ke laut, seperti yang sering terjadi, tetapi akan dibiarkan membusuk, kata Grover. Menurutnya alam akan mendaur ulang bangkai dengan sendirinya. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Bencana EkologiPaus PilotProject JonahSave OceanSelandia Baru
No Result
View All Result

Terbaru

  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports
  • Indonesia Seeks Alliance of Island Nations to Push Climate Mobility Agenda Ahead of COP31
  • Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens
  • ASEAN, Russia Agree to Deepen Economic Cooperation Amid Global Uncertainty
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.